Dengan Tangan Diborgol, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Ditahan Kejagung
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Dengan Tangan Diborgol, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Ditahan Kejagung

...
RILIS.ID
Jakarta
16 September 2021 - 19:39 WIB
Breaking News | RILISID
...
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak saat memberikan keterangan pers, Kamis (16/9/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga anggota DPR RI Fraksi Golkar, Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pembelian pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel tahun 2010-2019.

"Tim penyidik meningkatkan status tersangka AN selaku Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2013 dan periode 2013-2018," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021).

Selain Alex, tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung juga menetapkan Komisaris Utama PDPDE Sumsel Muddai Madang (MM) sebagai tersangka.

"Tersangka MM selaku Direktur PT DKLN dan juga merangkap sebagai Komisaris Utama PT PDPDE Gas serta menjabat sebagai Direktur PT PDPDE Gas," kata Leonard.

Untuk mempercepat proses penyidikan, masih kata Leonard, kedua tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan, mulai hari ini hingga 5 Oktober 2021.


Alex ditahan di Rutan Kelas I Cipinang Cabang Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara Muddai Madang ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung.

Sebelumnya, Kejagung juga telah menetapkan dua mantan direktur utama PDPDE Sumsel sebagai tersangka, yakni CISS selaku dirut PDPDE Sumsel sejak tahun 2008 dan AYH, Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN) yang juga juga dirut PDPDE Sumsel tahun 2014.

Lebih lanjut, Leonard mengungkapkan kerugian negara dalam perkara tersebut mencapai 30.194.452.79 Dolar Amerika yang berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama kurun waktu 2010-2019, yang seharusnya diterima oleh PDPDE Sumsel.

Selain itu juga ada kerugian negara 63.750,00 Dolar Amerika dan Rp2.131.250.000 yang merupakan setoran modal yang tidak seharusnya dibayarkan oleh PDPDE Sumsel.

"Keuangan negara ini dihitung oleh ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan," pungkas Leonard. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Dengan Tangan Diborgol, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Ditahan Kejagung

...
RILIS.ID
Jakarta
16 September 2021 - 19:39 WIB
Breaking News | RILISID
...
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak saat memberikan keterangan pers, Kamis (16/9/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga anggota DPR RI Fraksi Golkar, Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pembelian pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel tahun 2010-2019.

"Tim penyidik meningkatkan status tersangka AN selaku Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2013 dan periode 2013-2018," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021).

Selain Alex, tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung juga menetapkan Komisaris Utama PDPDE Sumsel Muddai Madang (MM) sebagai tersangka.

"Tersangka MM selaku Direktur PT DKLN dan juga merangkap sebagai Komisaris Utama PT PDPDE Gas serta menjabat sebagai Direktur PT PDPDE Gas," kata Leonard.

Untuk mempercepat proses penyidikan, masih kata Leonard, kedua tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan, mulai hari ini hingga 5 Oktober 2021.


Alex ditahan di Rutan Kelas I Cipinang Cabang Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara Muddai Madang ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung.

Sebelumnya, Kejagung juga telah menetapkan dua mantan direktur utama PDPDE Sumsel sebagai tersangka, yakni CISS selaku dirut PDPDE Sumsel sejak tahun 2008 dan AYH, Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN) yang juga juga dirut PDPDE Sumsel tahun 2014.

Lebih lanjut, Leonard mengungkapkan kerugian negara dalam perkara tersebut mencapai 30.194.452.79 Dolar Amerika yang berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama kurun waktu 2010-2019, yang seharusnya diterima oleh PDPDE Sumsel.

Selain itu juga ada kerugian negara 63.750,00 Dolar Amerika dan Rp2.131.250.000 yang merupakan setoran modal yang tidak seharusnya dibayarkan oleh PDPDE Sumsel.

"Keuangan negara ini dihitung oleh ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan," pungkas Leonard. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya