Tak Terima Bupati Mamasa Disebut Berbohong, ASN Ngamuk saat Paripurna RAPBD 2022
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tak Terima Bupati Mamasa Disebut Berbohong, ASN Ngamuk saat Paripurna RAPBD 2022

...
Wahyuandi
Mamasa
30 November 2021 - 23:38 WIB
Daerah | RILISID
...
Oknum ASN menghampiri meja pimpinan saat merah, dalam sidang Paripurna RAPBD Tahun Anggaran 2022. Foto: Wahyuandi

RILISID, Mamasa — Rapat paripurna dengan agenda pendapat akhir fraksi tentang Rancangan APBD (RAPBD) 2022 Kabupaten Mamasa, berlangsung ricuh, Selasa (30/11/2021).

Keributan terjadi usai penyampaian pendapat akhir fraksi sesaat sebelum pimpinan DPRD mengetuk palu sidang.

Kericuhan berawal saat anggota Fraksi Gabungan Persatuan Pembangunan Indonesia Raya, Reskianto Taula'bi Kia menyampaikan interupsi kepada pimpinan rapat.

Reskianto menyampaikan beberapa aspirasi yang merupakan kepentingan masyarakat.

Belum selesai berbicara, salah seroang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Ernesto Randan berteriak dalam ruang sidang paripurna.

"Ini rapat pendapat fraksi, jangan perlihatkan hal bobrok seperti ini," teriak Ernesto.

Tak sampai di situ, Ernesto berjalan menghampiri meja pimpinan rapat. Disusul dua anggota DPRD dan meminta untuk kembali ke tempat duduknya.

Amarah Ernesto reda saat sejumlah ASN lainnya yang mengikuti rapat paripurna mencoba mendinginkan rekannya.

Kericuhan reda saat Reskianto kembali diberikan kesempatan menyampaikan interupsi.

Namun, lagi-lagi keributan berlanjut saat Darius To'tuan diberikan kesempatan berbicara.

Darius mengkritisi kinerja Bupati Mamasa yang dinilai banyak janji-janji tak ditepati.

"Semua janji tidak ada ditepati baik secara tertulis maupun lisan," katanya.

Masih dalam penyampaian pendapat, Arwin dari Fraksi Partai NasDem kemudian berdiri dan melabrak meja.

"Ini paripurna atau apa, kalau ada oknum yang menyerang pribadi orang jangan diberi instruksi," kata Arwin.

Hal tersebut diungkap Arwin saat Darius To'tuan menyebut Bupati Mamasa Ramlan Badawi melakukan pembohongan publik.

Kericuhan pun berhasil diredam setelah Ketua DPRD Mamasa Orsan Soleman B. memberikan kesempatan Sekretaris DPRD membacakan berita acara surat keputusan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tak Terima Bupati Mamasa Disebut Berbohong, ASN Ngamuk saat Paripurna RAPBD 2022

...
Wahyuandi
Mamasa
30 November 2021 - 23:38 WIB
Daerah | RILISID
...
Oknum ASN menghampiri meja pimpinan saat merah, dalam sidang Paripurna RAPBD Tahun Anggaran 2022. Foto: Wahyuandi

RILISID, Mamasa — Rapat paripurna dengan agenda pendapat akhir fraksi tentang Rancangan APBD (RAPBD) 2022 Kabupaten Mamasa, berlangsung ricuh, Selasa (30/11/2021).

Keributan terjadi usai penyampaian pendapat akhir fraksi sesaat sebelum pimpinan DPRD mengetuk palu sidang.

Kericuhan berawal saat anggota Fraksi Gabungan Persatuan Pembangunan Indonesia Raya, Reskianto Taula'bi Kia menyampaikan interupsi kepada pimpinan rapat.

Reskianto menyampaikan beberapa aspirasi yang merupakan kepentingan masyarakat.

Belum selesai berbicara, salah seroang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Ernesto Randan berteriak dalam ruang sidang paripurna.

"Ini rapat pendapat fraksi, jangan perlihatkan hal bobrok seperti ini," teriak Ernesto.

Tak sampai di situ, Ernesto berjalan menghampiri meja pimpinan rapat. Disusul dua anggota DPRD dan meminta untuk kembali ke tempat duduknya.

Amarah Ernesto reda saat sejumlah ASN lainnya yang mengikuti rapat paripurna mencoba mendinginkan rekannya.

Kericuhan reda saat Reskianto kembali diberikan kesempatan menyampaikan interupsi.

Namun, lagi-lagi keributan berlanjut saat Darius To'tuan diberikan kesempatan berbicara.

Darius mengkritisi kinerja Bupati Mamasa yang dinilai banyak janji-janji tak ditepati.

"Semua janji tidak ada ditepati baik secara tertulis maupun lisan," katanya.

Masih dalam penyampaian pendapat, Arwin dari Fraksi Partai NasDem kemudian berdiri dan melabrak meja.

"Ini paripurna atau apa, kalau ada oknum yang menyerang pribadi orang jangan diberi instruksi," kata Arwin.

Hal tersebut diungkap Arwin saat Darius To'tuan menyebut Bupati Mamasa Ramlan Badawi melakukan pembohongan publik.

Kericuhan pun berhasil diredam setelah Ketua DPRD Mamasa Orsan Soleman B. memberikan kesempatan Sekretaris DPRD membacakan berita acara surat keputusan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya