Selain Kartu Vaksin, ASDP Wajibkan Penumpang PCR Selama Masa PPKM Darurat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Selain Kartu Vaksin, ASDP Wajibkan Penumpang PCR Selama Masa PPKM Darurat

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
10 Juli 2021 - 14:24 WIB
Bisnis | RILISID
...
Pelabuhan Bakauheni tampak lengang. Foto: Ahmad Kurdy

RILISID, Lampung Selatan — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan syarat baru selama masa PPKM Darurat Jawa-Bali hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Meski begitu, perjalanan dengan kapal ferry dalam wilayah aglomerasi perkotaan hanya berlaku untuk sektor esensial dan kritikal.

Jika ingin menyebrang di pelabuhan, pengguna jasa wajib melampirkan Surat Tanda Registrasi Pekerja atau Suket yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat.

Bagi pegawai swasta, maka harus memiliki surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan dan berstempel atau cap basah atau tanda tangan elektronik.

Tak hanya itu, penumpang juga wajib membawa kartu vaksin minimal dosis pertama, hasil negatif swab PCR 2 x 24 jam atau antigen 1 x 24 jam, dan mengisi e-HAC Indonesia.

Dengan syarat tersebut, ASDP memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal tetap dilaksanakan secara ketat dan sesuai prosedur yang berlaku selama PPKM Darurat khususnya di lintasan Jawa-Bali.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan bahwa pihaknya tetap menghadirkan layanan penyeberangan prima kepada pengguna jasa khususnya angkutan logistik, penumpang dan kendaraan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, baik di pelabuhan dan kapal.

"Semangat penerapan PPKM Darurat ini untuk menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19 yang terus melonjak tiap harinya," ujar Shelvy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/7/2021).

Dia juga mengimbau agar masyarakat menunda perjalanan selama PPKM Darurat jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

"Pengguna jasa wajib mematuhi persyaratan perjalanan SE Menteri Perhubungan No.49 Tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Menteri Perhubungan No.43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19, yang telah disesuaikan dan akan berlaku mulai Senin (12/7) besok," terangnya.

Dalam SE Menhub No. 49/2021 yang baru terdapat penambahan aturan syarat perjalanan dengan kapal ferry dalam wilayah aglomerasi perkotaan.

Kerja sama pengguna jasa dalam mematuhi aturan syarat perjalanan ini sangat penting. Perjalanan angkutan penyeberangan hanya berlaku untuk sektor esensial dan kritikal.

"Kami ingatkan kembali pastikan syarat perjalanan ini sudah disiapkan lengkap saat akan berangkat dari rumah. Dan untuk pengguna jasa yang menyebrang di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, pastikan juga agar membeli tiket via online Ferizy," tambah Shelvy.

Khusus pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik, menurut Shelvy, tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama. Akan tetapi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Mekanisme protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal, ASDP memastikan penerapannya dilakukan secara ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, dan penyediaan wastafel dan hand sanitizer.

"Penerapan protokol kesehatan secara ketat ini sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19. Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa dan petugas ASDP menjadi prioritas utama kami," ucap Shelvy.

Data rata-rata harian total penumpang yang melintas dari Merak ke Bakauheni pada masa PPKM Darurat sebanyak 20.444 orang atau turun 36,9 persen bila dibandingkan saat sebelum PPKM Darurat yang mencapai 27.989 orang.

Sedangkan data rata-rata harian total kendaraan yang melintas dari Merak ke Bakauheni pada masa PPKM Darurat sebanyak 5.460 atau turun 29,6 persen bila dibandingkan sebelum PPKM Darurat dengan jumlah 6.930 unit.

Sementara, total penumpang harian yang melintas dari Ketapang ke Gilimanuk pada masa PPKM Darurat sebanyak 5.535 orang atau turun 50,6 persen bila dibandingkan sebelum masa PPKM Darurat yang mencapai 10.923 orang.

Total kendaraan yang melintas dari Ketapang ke Gilimanuk sebanyak 2.277 unit atau turun 37,2 persen jika dibandingkan sebelum PPKM Darurat dengan total 3.628 unit.

Layanan Sektor Logistik

PT ASDP Indonesia Ferry siap melayani kargo atau barang semaksimal mungkin mengingat sejak awal pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, layanan sektor logistik atau angkutan barang tetap berjalan untuk menjaga pasokan di daerah tetap stabil.

Adapun tren angkutan logistik selama pra-PPKM dan setelahnya relatif stabil dan cenderung peningkatan, khususnya di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Merak ke Bakauheni pada masa PPKM Darurat sebanyak 2.606 unit atau turun 5,7 persen bila dibandingkan saat pra PPKM Darurat periode sebanyak 2.766 unit.

Sebaliknya, data trafik rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Bakauheni ke Merak pada masa PPKM Darurat sebanyak 2.828 unit atau naik 4,1 persen bila dibandingkan rerata per hari saat pra PPKM Darurat periode sebanyak 2.716 unit.

Diikuti data trafik rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Ketapang ke Gilimanuk pada masa PPKM Darurat sebanyak 1.231 unit atau turun 6 persen bila dibandingkan rerata per hari saat pra PPKM Darurat periode sebanyak 1.302 unit.

Kemudian trafik rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Gilimanuk ke Ketapang pada masa PPKM Darurat sebanyak 1.278 unit atau turun 1,5 persen bila dibandingkan rerata per hari saat pra PPKM Darurat periode sebanyak 1.298 unit.

ASDP memastikan kapasitas kapal yang melayani kebutuhan penyeberangan di Jawa-Bali selama PPKM Darurat tetap memadai, karena tidak ada pengurangan kapasitas kapal maupun trip. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Lampung Selatan

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Selain Kartu Vaksin, ASDP Wajibkan Penumpang PCR Selama Masa PPKM Darurat

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
10 Juli 2021 - 14:24 WIB
Bisnis | RILISID
...
Pelabuhan Bakauheni tampak lengang. Foto: Ahmad Kurdy

RILISID, Lampung Selatan — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan syarat baru selama masa PPKM Darurat Jawa-Bali hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Meski begitu, perjalanan dengan kapal ferry dalam wilayah aglomerasi perkotaan hanya berlaku untuk sektor esensial dan kritikal.

Jika ingin menyebrang di pelabuhan, pengguna jasa wajib melampirkan Surat Tanda Registrasi Pekerja atau Suket yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat.

Bagi pegawai swasta, maka harus memiliki surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan dan berstempel atau cap basah atau tanda tangan elektronik.

Tak hanya itu, penumpang juga wajib membawa kartu vaksin minimal dosis pertama, hasil negatif swab PCR 2 x 24 jam atau antigen 1 x 24 jam, dan mengisi e-HAC Indonesia.

Dengan syarat tersebut, ASDP memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal tetap dilaksanakan secara ketat dan sesuai prosedur yang berlaku selama PPKM Darurat khususnya di lintasan Jawa-Bali.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan bahwa pihaknya tetap menghadirkan layanan penyeberangan prima kepada pengguna jasa khususnya angkutan logistik, penumpang dan kendaraan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, baik di pelabuhan dan kapal.

"Semangat penerapan PPKM Darurat ini untuk menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19 yang terus melonjak tiap harinya," ujar Shelvy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/7/2021).

Dia juga mengimbau agar masyarakat menunda perjalanan selama PPKM Darurat jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

"Pengguna jasa wajib mematuhi persyaratan perjalanan SE Menteri Perhubungan No.49 Tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Menteri Perhubungan No.43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19, yang telah disesuaikan dan akan berlaku mulai Senin (12/7) besok," terangnya.

Dalam SE Menhub No. 49/2021 yang baru terdapat penambahan aturan syarat perjalanan dengan kapal ferry dalam wilayah aglomerasi perkotaan.

Kerja sama pengguna jasa dalam mematuhi aturan syarat perjalanan ini sangat penting. Perjalanan angkutan penyeberangan hanya berlaku untuk sektor esensial dan kritikal.

"Kami ingatkan kembali pastikan syarat perjalanan ini sudah disiapkan lengkap saat akan berangkat dari rumah. Dan untuk pengguna jasa yang menyebrang di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, pastikan juga agar membeli tiket via online Ferizy," tambah Shelvy.

Khusus pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik, menurut Shelvy, tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama. Akan tetapi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Mekanisme protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal, ASDP memastikan penerapannya dilakukan secara ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, dan penyediaan wastafel dan hand sanitizer.

"Penerapan protokol kesehatan secara ketat ini sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19. Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa dan petugas ASDP menjadi prioritas utama kami," ucap Shelvy.

Data rata-rata harian total penumpang yang melintas dari Merak ke Bakauheni pada masa PPKM Darurat sebanyak 20.444 orang atau turun 36,9 persen bila dibandingkan saat sebelum PPKM Darurat yang mencapai 27.989 orang.

Sedangkan data rata-rata harian total kendaraan yang melintas dari Merak ke Bakauheni pada masa PPKM Darurat sebanyak 5.460 atau turun 29,6 persen bila dibandingkan sebelum PPKM Darurat dengan jumlah 6.930 unit.

Sementara, total penumpang harian yang melintas dari Ketapang ke Gilimanuk pada masa PPKM Darurat sebanyak 5.535 orang atau turun 50,6 persen bila dibandingkan sebelum masa PPKM Darurat yang mencapai 10.923 orang.

Total kendaraan yang melintas dari Ketapang ke Gilimanuk sebanyak 2.277 unit atau turun 37,2 persen jika dibandingkan sebelum PPKM Darurat dengan total 3.628 unit.

Layanan Sektor Logistik

PT ASDP Indonesia Ferry siap melayani kargo atau barang semaksimal mungkin mengingat sejak awal pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, layanan sektor logistik atau angkutan barang tetap berjalan untuk menjaga pasokan di daerah tetap stabil.

Adapun tren angkutan logistik selama pra-PPKM dan setelahnya relatif stabil dan cenderung peningkatan, khususnya di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Merak ke Bakauheni pada masa PPKM Darurat sebanyak 2.606 unit atau turun 5,7 persen bila dibandingkan saat pra PPKM Darurat periode sebanyak 2.766 unit.

Sebaliknya, data trafik rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Bakauheni ke Merak pada masa PPKM Darurat sebanyak 2.828 unit atau naik 4,1 persen bila dibandingkan rerata per hari saat pra PPKM Darurat periode sebanyak 2.716 unit.

Diikuti data trafik rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Ketapang ke Gilimanuk pada masa PPKM Darurat sebanyak 1.231 unit atau turun 6 persen bila dibandingkan rerata per hari saat pra PPKM Darurat periode sebanyak 1.302 unit.

Kemudian trafik rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Gilimanuk ke Ketapang pada masa PPKM Darurat sebanyak 1.278 unit atau turun 1,5 persen bila dibandingkan rerata per hari saat pra PPKM Darurat periode sebanyak 1.298 unit.

ASDP memastikan kapasitas kapal yang melayani kebutuhan penyeberangan di Jawa-Bali selama PPKM Darurat tetap memadai, karena tidak ada pengurangan kapasitas kapal maupun trip. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Lampung Selatan

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya