Belanja Kementerian Pakai Kartu Kredit, Pengamat: Keluar Uang Makin Banyak - RILIS.ID
Belanja Kementerian Pakai Kartu Kredit, Pengamat: Keluar Uang Makin Banyak
Nailin In Saroh
Jumat | 23/02/2018 10.19 WIB
Belanja Kementerian Pakai Kartu Kredit, Pengamat: Keluar Uang Makin Banyak
Pembahasan RUU AFAS dan Restrukturisasi Perbankan, Sri Mulyani, Agus Martowardojo. RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta – Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengkritisi langkah pemerintah yang menginisiasi penggunaan kartu kredit dalam sistem pembayaran pelaksanaan belanja Kementrian/Lembaga (K/L).

“Saya sedih karena berarti kita makin banyak bayar pada Visa dan Mastercard. Makin banyak uang yang keluar pada Visa dan Master,” ujarnya di kawasan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).

Menurutnya, jika tujuan penggunaan Kartu Kredit untuk transparansi justru malah keliru. “Jadi bukan soal transparansi. Jadi ada empat syarat dalam konstruksi payment system,” tuturnya.

Pertama, mensyaratkan efisien dan efektif, kedua cepat, ketiga aman, keempat andal. Noorsy menilai, Indonesia harus melihat negara Rusia ketika Visa dan Master card menutup transaksi.

Dengan menggunakan kartu kredit, sambungnya, terjadi kekhawatiran seperti negara Rusia ketika black sunday tidak bisa lakukan transaksi karena Visa dan Master menutup transaksi. 

"Ini merupakan kehawatiran yang setiap saat bisa saja terjadi pada Indonesia," tegasnya.

Ada baiknya, kata Noorsy, Indonesia meniru negara lain seperti Jepang, India dan China yang memiliki kartu kredit sendiri. Bahkan, China telah memiliki satelit sendiri dengan menggunakan strategi quan cloud.

"Artinya China dalam kerangka dia melakukan perlindungan diri dari cyber war berbasis keuangan yaitu kredit," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan satuan kerja di kementerian dan lembaga akan mengoptimalkan penggunaan kartu kredit untuk mendukung modernisasi sistem pembayaran pelaksanaan belanja Kementrian/Lembaga.

"Kami harapkan kementerian lembaga telah memegang kartu kredit korporat sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih cashless dan akuntabel," katanya dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Anggaran 2018 di Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Editor Elvi R


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID