Balitbangtan Kenalkan Susu Beras Fortifikasi - RILIS.ID
Balitbangtan Kenalkan Susu Beras Fortifikasi
Elvi R
Jumat | 03/07/2020 19.56 WIB
Balitbangtan Kenalkan Susu Beras Fortifikasi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan Fadjry Djufry. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengenalkan salah satu inovasi berupa susu beras fortifikasi. Menurut Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry, susu tersebut memiliki antioksidan, asam folat dan vitamin B2 yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan terutama balita dan ibu hamil.

"Bagi yang alergi susu sapi akan cocok mengonsumsi susu ini karena kandungan lemaknya sangat rendah," ujar Fadjry di Gedung Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Bogor, Jumat (3/7/2020).

“Ini merupakan salah satu terobosan dalam rangka pencegahan stunting. Sebelumnya kita sudah memiliki beras stunting (Inpari Zink), dan sekarang kita menghasilkan susu beras untuk stunting,” tambahnya.

Jika dideskripsikan, kandungan asam folat tiap penyajian (250 mL) susu beras fortifikasi mencapai 599 µg yang mencukupi 150 persen AKG (angka kecukupan gizi). Asam folat ini berperan dalam pembentukan sel-sel otak, meningkatkan fungsi sistem syaraf, mencegah anemia pada ibu hamil, mencegah cacat lahir, berperan dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan anak, memperlambat penuaan dini dan lain sebagainya.

Selain itu susu ini mengandung vitamin B2 (Riboflavin) sebanyak 600 µg yang mencukupi 37,5 persen AKG. Riboflavin sangat penting untuk mencegah pre-eklampsia pada ibu hamil, mencegah anemia, mencegah penyumbatan darah, mempertahan kadar kolagen sehingga meminimalkan kerutan pada kulit, serta banyak manfaat lainnya. 

Susu beras fortifikasi yang dibuat dari beras hitam juga memiliki aktivitas antioksidan sebesar 773 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan susu kambing.  Zat antioksidan dari beras hitam ataupun merah berperan sebagai anti inflamasi, anti hipertensi, mencegah beberapa jenis kanker seperti kanker kolon, payudara, paru-paru, dan hati. Bahkan zat antioksidan dari beras hitam dapat mengurangi resiko penyakit jantung, diabetes tipe II, dan obesitas. 

Karena khasiat dan nilai jual yang dimiliki, Fadjry berharap agar produk yang telah mendapat sertifikat paten sederhana dari Kementerian Hukum dan HAM ini dapat dikembangkan di seluruh daerah di Indonesia.

Hadirnya susu beras fortifikasi ini mendapat respon positif dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Dalam arahannya, Syahrul mendorong agar saat diluncurkan nanti, disiapkan pula rencana bisnisnya agar pengembangannya lebih mudah dilakukan oleh seluruh daerah.

“Saya mau saat ini diluncurkan kita siapkan paket kreditnya sehingga semua daerah bisa membuatnya. Jadi siapa yang mau mengembangkan produk ini tinggal ambil uang di bank,” pesan Syahrul.

Ia juga menyebutkan bahwa yang paling penting dari sebuah inovasi bukan hanya jumlah, tapi juga manfaatannya. "Yang saya banggakan bukan 600 temuan. Cukup satu sampai 10 temuan tapi dampaknya dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkas mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

Sumber Andika Bakti/Balitbangtan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID