92 TKI asal NTT Meninggal, Hanya Dua yang Legal - RILIS.ID
92 TKI asal NTT Meninggal, Hanya Dua yang Legal
Ning Triasih
Rabu | 07/11/2018 13.32 WIB
92 TKI asal NTT Meninggal, Hanya Dua yang Legal
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Kupang – Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (Padma) mencatat, 92 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal di luar negeri sepanjang Januari hingga Oktober 2018.

Direktur Padma Indonesia Gabriel Goa mengungkapkan, dari jumlah PMI tersebut, hanya dua orang yang diketahui berangkat secara resmi ke ke luar negeri, sementara sisanya justru berangkat ke luar negeri secara ilegal.

"Hanya dua PMI saja yang resmi atau punya dokumen lengkap sebagai PMI. 88 orang yang meninggal dunia diketahui berangkat secara ilegal," ujar Gabriel Goa di Kupang, Rabu (7/11/2018), menjawab pertanyaan melalui WhatsApp seputar perkembangan kasus kematian PMI/TKI asal provinsi berbasis kepulauan selama sepuluh bulan terakhir, dilansir dari ANTARA.

Artinya, dari data PMI/TKI yang meninggal, sebagian besarnya adalah mereka yang berangkat tidak melalui jalur resmi sebagai PMI legal.

Karena itu, lanjut Gabriel, langkah penting yang harus dilakukan adalah bagaimana mencegah keberangkatan PMI/TKI ke luar negeri tanpa dokumen resmi.

Terkait pencegahan, ia menambahkan, pemerintah di NTT harus bekerja sama dengan lembaga keagamaan, lembaga pendidikan dan perusahaan nasional serta multinasional untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) NTT.

SDM NTT, lanjutnya, harus disiapkan di bursa pasar kerja internasional dan siap untuk memenuhi permintaan dari luar negeri.

"Pemerintah NTT bisa membangun Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar internasional dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk memberikan kemudahan bagi calon tenaga kerja," ucapnya.

BLK dan LTSA ini, menurutnya harus sungguh-sungguh dibangun dan berfungsi secara profesional. Pengelolanya pun harus memiliki integritas, bukan bermental koruptif.

"Dan saya berpikir bahwa NTT bisa pergi dan belajar ke Filipina tentang bagaimana cara mengirim TKI yang baik dan profesional," tandasnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID