logo rilis
8 Negara Bagi Pengalaman Menghadapi COVID-19 Lewat Benchmarking Virtual, Ini yang Dibahas
Kontributor
Nailin In Saroh
05 Juni 2020, 16:30 WIB
8 Negara Bagi Pengalaman Menghadapi COVID-19 Lewat Benchmarking Virtual, Ini yang Dibahas
Dubes Indonesia untuk Thailand, Achmad Rusdy tengah berdiskusi secara virtual dengan peserta PKN I soal pengalaman Thailand membantu UMKM saat pandemi COVID-19.

RILIS.ID, Jakarta— Sebanyak 41 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Lembaga Administrasi Negara (LAN) melakukan benchmarking virtual ke sejumlah negara. Benchmarking virtual ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi pembangunan berkelanjutan pasca pandemi COVID-19 yang dilakukan sejumlah negara di tengah mandeknya roda perekonomian akibat menyebarnya virus corona penyebab COVID-19.

Para peserta benchmark yang terbagi dalam empat kelompok itu melakukan kunjungan virtual ke delapan lokus negara, antara lain Thailand, Cina, Jepang, Korea Selatan, Austria, Vietnam, Jerman, serta Malaysia. Tema pokok yang didiskusikan dalam benchmark tersebut yakni Digitalization of The Micro, Small, & Medium Enterprises (MSME).

Benchmark di Malaysia, misalnya, para peserta yang diterima langsung oleh Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia Krisna Hanan dan Nur Azmi dari SME Corp. Malaysia, menggali informasi penting dari para narasumber, seperti bagaimana manajemen produksi yang dilakukan oleh SME terhadap sertifikasi hasil produksi barang UMKM di Malaysia. Selain itu, digali pula bagaimana strategi yang dilakukan SME di tengah lockdown yang mengakibatkan pelambatan perekonomian. 

Menanggapi hal itu, Nur Azmi mengungkapkan, Pemerintah Malaysia memberikan stimulus ekonomi kepada para pelaku UMKM. Pemerintah menyadari UMKM menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga menjadi tumpuan perekonomian. “Pandemi ini berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian Malaysia secara nasional. Namun, pemerintah kami memberikan bantuan untuk membangkitkan perekonomian berupa stimulus ekonomi, baik dukungan kebijakan maupun stimulus keuangan,” jelasnya.

Nur Azmi menambahkan, di tengah situasi yang tidak menentu dan diprediksi memberikan dampak hingga 1,5 tahun ke depan sampai vaksin ditemukan, kolaborasi antara semua unsur jadi kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi ini. 

“Kuncinya adalah ego sektoral harus dihilangkan, SME Malaysia juga terus melakukan penataan secara internal berupa infrastruktur, suprastruktur, promosi, penerapan teknologi, serta pengembangan produk sesuai dengan standardisasi internasional,” tutupnya.

Hasil benchmark virtual ke sejumlah negara ini diharapkan mampu menjadi acuan bagi peserta dalam menyusun produk pembelajaran angkatan bertema “Pemberdayaan UMKM dalam Rangka Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Indonesia Akibat COVID-19” katanya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID