logo rilis
#2019PrabowoPresiden Disahkan Kemenkumham, Fadli Zon: Jangan Ada Persekusi Lagi
Kontributor

10 September 2018, 13:51 WIB
 #2019PrabowoPresiden Disahkan Kemenkumham, Fadli Zon: Jangan Ada Persekusi Lagi
Fadli Zon. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, dengan disahkannya #2019PrabowoPresiden oleh Kementerian Hukum dan HAM, maka tidak boleh terjadi pelarangan ataupun persekusi terhadap kegiatan #2019Prabowo Presiden seperti kegiatan #2019GantiPresiden.

“Saya kira sah-sah saja, kalau orang bekummpul kemudian mengajukan badan hukum dan sudah keluar suratnya. Saya kira sah-sah saja, tentu bagus ya. Dengan demikian ada aturan yang jelas, ada badan hukum, aparat keamanan harus juga melindungi, tidak boleh diskriminasi,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Menurut Fadli, persekusi itu terjadi lantaran adanya pihak yang takut. Baginya persekusi menjadi sebuah gambaran ketakutan yang dialami pihak-pihak tertentu. 

“Enggak boleh ada persekusi, apalagi yang #2019PrabowoPresiden dan #2019GantiPresiden gak boleh dipersekusi. Mungkin saja (ketakutan). Kan selama ini begitu, baru pakai hastag sudah ketakutan, belum ada yang lain-lain,” tambah Fadli.

Sedangkan adanya pernyataan dari Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoli bahwa didaftarkannya #PrabowoPresiden adalah siasat sesat, Fadli mengatakan, pernyataan tersebut tidak pantas dilontarkan. Karena tagar atau hastag bagian dari hak setiap warga untuk menyampaikan aspirasi.

“Ya itu mungkin problem internal mereka, enggak tahu bagaimana bisa begitu, mungkin kecolongan atau apa. Hak untuk berserikat dan berkumpul adalah hak dari setiap warga negara, Menkumham tak boleh menghalang-halangi, mereka adalah hanya institusi yang melakukan pelayanan sesuai dengan aturan konstitusi dan UU. Jadi jangan mentang-mentang Yasona Laoli dari partai penguasa kemudian bisa seenaknya. Enggak bisa dan dia terikat,” kata Wakil Ketua DPR RI itu.

Ia juga memastikan, orang-orang yang tergabung di #2019GantiPresiden dan #2019PrabowoPresiden memiliki irisan yang sama.

“Kalau ada orang berkhidmad dan bergabung dengan #2019GantiPresiden, saya kira sudah pasti mengganti yang ada sekarang kan, apalagi cuma dua paslon. Gerakan itu nature-nya kan dari bawah berbeda, jauh sebelum ada capres, jadi dua-duanya bisa berjalan dengan simultan, itu kan masalah ekspresi. Saya kira bukan persoalan bergabung, sudah pasti ujungnya sama, kalau mau ganti, ganti yang mana, ganti yang sekarang kan,” ujar Fadli.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID