120 Ribu Warga Suriah Atas Serangan Terbaru Militer - RILIS.ID
120 Ribu Warga Suriah Atas Serangan Terbaru Militer

Minggu | 01/07/2018 02.02 WIB
120 Ribu Warga Suriah Atas Serangan Terbaru Militer
Serangan Rudal.

RILIS.ID, Damaskus – 120.000 warga sipil telah terusir dari rumah mereka akibat serangan militer Suriah di bagian barat-daya negeri itu pada pekan lalu. Demikian bunyi data yang dikeluarkan kelompok pemantau perang, Jumat (29/6/2018) waktu setempat.

Sementara itu seorang pejabat senior PBB menyebut bahwa di Suriah telah terjadi bencana, sebab warga sipil tersebut terjebak di antara pihak yang berperang.

"Serangan dukungan Rusia tersebut telah menewaskan tak kurang dari 98 warga sipil, termasuk 19 anak kecil, sejak 19 Juni," kata Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia.

Serangan itu juga telah membuat puluhan ribu orang terusir ke arah perbatasan dengan Jordania dan ribuan orang lagi mengungsi ke perbatasan dengan Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel, kata kelompok pemantau yang berpusat di Inggris tersebut.

Israel dan Jordania sudah menampung 650.000 pengungsi Suriah menyatakan mereka takkan mengizinkan pengungsi datang lagi.

"Kami dibiarkan menghadapi pemboman, bom barel, (serangan udara oleh) Rusia dan pesawat tempur Suriah," kata salah satu pengungsi Abu Khaled Al-Hariri (36), sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (30/6/2018) waktu setempat. 

"Kami menunggu bantuan Tuhan. Kami memerlukan tenda, selimut, kasur dan bantuan buat anak-anak kami untuk makan dan minum," lanjutnya.

Pasukan Pemerintah Suriah, yang didukung oleh kekuatan udara Rusia, telah mengubah pusat serangan ke bagian barat-daya negeri itu, yang dikuasai gerilyawan, sejak merebut kembali sisa daerah kantung terakhir yang terkepung, termasuk Ghouta Timur, di dekat Ibu Kota Suriah, Damaskus. Serangan itu sejauh ini ditujukan ke Deraa, bukan bagian Provinsi Quneitra, yang berdekatan dan dikuasai gerilyawan di perbatasan Dataran Tinggi Golan, yang lebih sensitif buat Israel.

Aksi tersebut telah mengguncang kesepakatan penurunan ketegangan yang dirundingkan oleh Amerika Serikat, Rusia dan Jordania dan kebanyakan telah mengekang pertempuran di bagian barat-daya Suriah sejak tahun lalu.

Sumber ANTARA


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID