logo rilis

Zulhas: Tidak Ada Gerakan Ingin Bubarkan Negara
Kontributor
Zul Sikumbang
27 Maret 2018, 17:08 WIB
Zulhas: Tidak Ada Gerakan Ingin Bubarkan Negara
Ketua MPR, Zulkifli Hasan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Zulkifli Hasan menegaskan, tidak ada gerakan dari segelintir orang di Indonesia yang menginginkan negara ini bubar.

"Saya yakin benar tidak ada gerakan yang ingin membubarkan negara. Termasuk pak Prabowo," tegasnya usai menghadiri reuni 40 Tahun Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL), di Jakarta, Senin (26/3/2018) malam. 

Menurut Ketua MPR itu, problem pokok bangsa Indonesia adalah kesenjangan sosial yang begitu menganga. 

"Jadi problemnya adalah kesenjangan dan semakin kuatnya oligarki. Itulah ancaman riil saat ini. Jadi, bukan soal siapa dan gerakan apa," papar Zulkifli yang juga diminta untuk menanggapi pidato Ketua IKAL, Agum Gumelar.

Dalam kesempatan itu, Zulhas, begitu ia akrab disapa, mengatakan, pikiran Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra) soal negara yang mungkin bisa bubar pada tahun 2030 harusnya menjadi sebuah tantangan yang perlu dihadapi dan perlu dicarikan jawabnya. 

"Ya, kalau ada pikiran dan pandangan Prabowo soal situasi ke depan, soal ancaman negara bubar dan lain-lain, kita lihat saja sebagai tantangan bangsa yang perlu direspon positif. Bukan dibenci," kata Zulhas sembari menyesalkan pernyataan Agum Gumelar tersebut. 

Ketua IKAL, Agum Gumelar, mengatakan ada segelintir kecil orang di Indonesia yang menginginkan negara ini bubar. 

"Ada sebagian kecil yang lihai dan hebat mencari celah yang selalu memprovokasi agar negara ini bubar," ujar Agum.

Agum, dalam pengantar pidatonya mengatakan, mayoritas bangsa ini menginginkan negara Indonesia tetap utuh. 

Selain dihadiri Zulhas, reuni 40 Tahun Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)