logo rilis

Zionis Tembaki Pengunjuk Rasa dengan Peluru Tajam, 58 Meninggal Dunia
Kontributor
Syahrain F.
15 Mei 2018, 10:44 WIB
Zionis Tembaki Pengunjuk Rasa dengan Peluru Tajam, 58 Meninggal Dunia
Seorang wanita dengan niqab dan bendera Palestina berdiri di antara ban-ban yang terbakar pada aksi protes yang digelar kemarin (14/5/2018) di Khan Younis, Perbatasan Gaza. Credit: AP/Adel Hana

RILIS.ID, Gaza— Senin (14/5/2018), tentara Zionis Yahudi menembaki rakyat Palestina yang berunjuk rasa memprotes diresmikannya pemindahan Kedubes Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke  Yerusalem.

Dari laporan terakhir, sebanyak 58 rakyat Palestina meninggal dunia sementara 2.700 orang menderita luka-luka.

Melansir Al Jazeera, tentara Zionis menembaki para pengunjuk rasa dengan peluru tajam, gas air mata, dan senjata peledak.

Sementara sebagai bentuk perlawanan, rakyat Palestina berkumpul di perbatasan Gaza dengan amarah. Melansir Associated Press, mereka membakar ban dan mengarahkan gumpalan asap ke arah musuh, melempar sejenis bom molotov, dan melemparkan batu-batu menggunakan ketapel.

Aksi protes yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan merupakan kelanjutan dari aksi-aksi rakyat Palestina sebelumnya yang menuntut hak untuk kembali pulang ke kampung halaman mereka.

Kali ini, diresmikannya Kedubes AS berdekatan dengan "Hari Nakba" atau apa yang disebut rakyat Palestina sebagai "Malapetaka"--yakni diresmikannya penjajahan Zionis di tanah Palestina pada 15 Mei 1948.

Sejak aksi besar-besaran digelar pada 30 Maret lalu, pasukan Zionis telah membunuh 107 rakyat Palestina--termasuk jurnalis--dan melukai 12.000 lainnya.

Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra'ad al-Hussein mendesak agar tindakan brutal yang telah membunuh ratusan dan melukai ribuan rakyat Palestina itu segera dihentikan.

Dia juga menyeru komunitas internasional agar mampu menyeret pelaku kejahatan kemanusiaan itu ke meja hijau.

"Hak untuk hidup musti dijaga. Mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang hina itu harus diadili," ucap Zeid melalui akun Twitter.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)