logo rilis
Zat Perusak Lapisan Ozon Meningkat, Ilmuwan Kebingungan
Kontributor
Syahrain F.
17 Mei 2018, 13:39 WIB
Zat Perusak Lapisan Ozon Meningkat, Ilmuwan Kebingungan
Sebuah pesawat terbang melintas di tengah paparan sinar matahairi. Getty Images/Ye Aung Thu

RILIS.ID, Washington— Dalam sebuah laporan yang dirilis National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), para ilmuwan menemukan suatu anomali baru mengenai zat kimia Chlorofluorocarbons (CFC) yang kian berkontribusi merobek lapisan ozon bumi.

CFC sendiri merupakan zat kimia yang banyak digunakan untuk kebutuhan militer hingga kebutuhan tersier sehari-hari seperti hair spray dan kulkas.

Pada 1987, tim yang terhimpun dari ilmuwan NOAA mancanegara berupaya membuktikan bahwa kandungan tersebut sangat membahayakan bagi lingkungan. Salah satu yang paling mengerikan, dampak zat kimia tersebut mampu merusak dan membuat lubang besar di lapisan ozon bumi.

Menurut penelitian mereka, mencairnya es yang menyebabkan peningkatan permukaan laut di Antartika disebabkan oleh proses tersebut.

Ozon merupakan lapisan di atas bumi yang melindungi mahluk hidup dari paparan sinar UV. Ketika ozon telah rusak, paparan langsung sinar UV dapat menyebabkan manusia rentan terhadap kanker kulit, katarak, dan dampak penyakit lainnya.

Di tahun yang sama, negara-negara bersepakat membuat Protokol Montreal yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan zat-zat yang merusak lapisan atmosfer, khususnya CFC dan CFC-11. 

Namun, penelitian terbaru dari NOAA membuktikan, paparan emisi zat CFC-11 kembali meningkat dan berasal dari kegiatan produksi di wilayah Asia Timur.

"Kami meminta perhatian komunitas global untuk mengetahui apa yang terjadi saat ini. Dibutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki lapisan ozon. Penelitian lebih jauh sangat dibutuhkan untuk mengetahui mengapa emisi CFC-11 meningkat," ucap peneliti NOAA Stephen Montzka.

Berdasarkan analisis NOAA, Protokol Montreal cukup efektif meredam penggunaan CFC-11. Semua negara telah menyepakati untuk mengontrol penggunaan zat kimia yang paling terkenal dalam merusak ozon tersebut.

Sejak diberlakukan, penggunaan CFC-11 telah berkurang sebesar 15 persen dari puncak penggunaannya. 

Montzka mengatakan, permasalahan tersebut mesti segera diatasi dan pihak yang masih menggunakan CFC-11 secara intensif harus cepat diketahui. Karena jika tidak, menurutnya, dampak pasti dari pengrusakan ozon hanya tinggal menunggu waktu.


500
komentar (0)