logo rilis
Zaini Dieksekusi, Arteria Dahlan: Arab Saudi Sangat Arogan
Kontributor
Tari Oktaviani
20 Maret 2018, 15:10 WIB
Zaini Dieksekusi, Arteria Dahlan: Arab Saudi Sangat Arogan
Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, menyatakan, pemerintah Kerajaan Arab Saudi arogan. Soalnya, mengeksekusi warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, Zaini Misrin, meski sudah berulang kali diajukan permohonan pembebasan.

"Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sangat arogan, angkuh, dan menihilkan serangkaian diplomasi kebangsaan, di mana Presiden Joko Widodo sudah tiga kali mengajukan permohonan pembebasan terhadap TKI asal Madura, Muhammad Zaini Misrin Arsyad, yang dihukum pancung," ujarnya kepada rilis.id, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Arteria juga menganggap Arab Saudi biadab. Sebab, Jokowi sudah menyampaikan langsung ke Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk menangguhkan hukuman Zaini.

Apalagi, imbuhnya, sejak awal Zaini mendapat tekanan dari aparat setempat untuk mengakui kasus tersebut. "Ini kasus yang dipaksakan, di mana Zaini diposisikan sebagai pelaku kejahatan teror, dan tekanan terus terjadi hingga vonis mati dijatuhkan," katanya geram.

Baca: Eksekusi Mati Zaini Dinilai Tak Memenuhi Peradilan secara Fair

Karenanya, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu meminta, Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, serta Komnas HAM kembali mencermati kasus ini. Pemerintah pun diharapkan mengirim nota keberatan melalui diplomasi bilateral yang setara sebagai perlawanan.

"Kalau perlu, dibawa ke Peradilan HAM Internasional untuk membuktikan, bahwa tidak pernah ada peradilan atas diri Zaini. Yang ada hanya permufakatan jahat, yang menempatkan Zaini sebagai pihak yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang tidak ia perbuat melalui kekuasaan kehakiman yang sesat," tuntas Arteria.

Baca: Protes TKI Dieksekusi Mati, Demonstran Datangi Kedubes Arab Saudi

Buruh migran asal Bangkalan, Jawa Timur, Muhammad Zaini Misrin yang berprofesi sebagai sopir, dipancung Kerajaan Arab Saudi. Ia dituduh membunuh majikannya, Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy.

Pada 17 November 2008, dia di vonis hukuman mati. Lalu, kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Zaini memberikan kesaksian, dirinya dipaksa mengakui perbuatan pembunuhan terhadap majikan, karena mendapat tekanan dari kepolisian setempat.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)