logo rilis

Yuk, Lawan Konten Negatif di Medsos
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
08 Mei 2018, 12:21 WIB
Yuk, Lawan Konten Negatif di Medsos
Menkominfo, Rudiantara. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan konten negatif yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu pada media sosial.

"Saya mengajak semua untuk melawan konten negatif yang ada di platform media sosial. Kita bukan melawan platform-nya, tapi kita lawan konten yang negatif," kata Rudiantara pada perayaan Hari Kebebasan Pers Dunia 2018 yang digelar di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Rudiantara menegaskan bahwa konten yang dimuat dalam media sosial tidak dapat dikatakan sebagai produk jurnalistik jika tidak ada pihak yang dapat mempertanggungjawabkan isi dari berita tersebut.

"Konten yang dimuat oleh suatu pihak di media sosial tanpa melalui proses jurnalistik bukan merupakan produk jurnalistik," katanya, seraya menambahkan bahwa konten negatif yang dimuat oleh pihak tertentu dalam media sosial merupakan "musuh bersama" yang harus dilawan.

Dia mengatakan, penggunaan media sosial oleh masyarakat Indonesia memiliki karakteristik yang unik.

"Facebook misalnya, banyak digunakan oleh generasi muda untuk mendapatkan berkah, contohnya dengan menjual sepatu. Atau, digunakan oleh ibu-ibu untuk menjual kue-kue dan baju. Makanya, Facebook juga membuat platform khusus untuk kebutuhan-kebutuhan semacam itu," jelas Rudiantara.

Namun, menurut dia, media sosial juga dapat digunakan untuk menyebarkan konten negatif seperti tentang konflik Rohingya (di Myanmar) dan kasus konflik antarkelompok etnik yang berbeda di Srilanka.

Menurutnya tak mudah untuk menutup akun media sosial yang menyebarkan konten negatif. Namun, dia tak segan-segan untuk melakukannya pada akun media sosial yang jelas mengirim pesan-pesan yang mengandung hal-hal negatif.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2018 diselenggarakan oleh UNESCO (Organisasi PBB Untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan) dan Dewan Pers.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)