logo rilis
You Do, You Know?
RILIS.ID
Rabu, 25/04/2018 21.15
infografis

Sepuluh tahun memimpin Republik, terlalu beresiko mengenyampingkan nama SBY dalam peta Pilpres 2019. Dan tampak jelas ia ingin menyampaikan pesan itu. Lawatannya keliling ke "Jawa adalah kunci", bukanlah pakansi biasa. Yang paling jelas adalah usaha SBY dalam mendongkrak suara Partai Demokrat dalam Pilkada serentak yang sudah di depan mata. Bersaamaan itu, bisa jadi SBY sedang menjajaki magnet politik dirinya, untuk mengukur seberapa ampuh pamornya dalam mempengaruhi peta suara di akar rumput. Hal itu sekaligus menjadi sinyal ke elit politik, bahwa SBY dan Partai Demokrat adalah faktor kunci yang bisa menentukan peta Pilpres.

Pernyataan SBY di Banten pada Minggu lalu, bahwa dirinya akan memasangkan pemimpin baru yang mengerti hati rakyat, adalah satu penegasan bahwa ia serius ambil bagian. Termasuk pernyataannya bahwa Presiden Jokowi harus menjelaskan tentang "tumpahnya" tenaga kerja asing, adalah satu colekan untuk memulai posisi tawar.

Terlalu dini untuk menyebut bahwa SBY sedang pasang kuda-kuda untuk berhadapan dengan Jokowi. Sekalipun anggapan bahwa SBY sedang kecewa dengan "rezim" ini yang mengusik kembali kasus Bank Century, cukup beralasan. Atau justru sebaliknya, ia sedang menyiapkan panggung untuk bergabung dengan koalisi Jokowi. Apalagi setelah itu ia bertemu dengan Menkopolhukam Wiranto yang setia mendukung Jokowi.

Tapi SBY masih punya kekuatan untuk membangun koalisi "kompetitor", entah itu bergabung dengan Gerindra-PKS atau membangun koalisi ketiga. Dan yang terakhir ini bukan tidak mungkin mengingat "chemistry"nya yang kuat dengan PAN. Termasuk potensi menarik PKB dan PPP seandainya dua partai ini mengalami kecewa dalam penentuan Cawapres Jokowi. Dan skema ini pernah terbukti dalam Pilkada Jakarta 2017 lalu. 

Lalu akan kemanakah langkah zig-zag SBY ini tertuju? Sulit ditebak karena semuanya masih saling intip dan saling tunggu. Meskipun ada satu hal yang muda diterka maksudnya, SBY tak ingin melihat Agus Yudhoyono sang putra mahkota, berlalu begitu saja ketika pesta Pilpres ini usai.  


komentar (0)