Home » Peristiwa » Nasional

Yayat Biaro: Tiga Institusi Harus Diubah dalam Gerakan Reformasi 2.0

print this page Selasa, 5/12/2017 | 10:03

Yayat Biaro ilustrasi. RILIS.ID/Hafiz.

RILIS.ID, Jakarta— Koordinator Nasional Jaringan Indonesia (Kornas Jari) Yayat Y Biaro menyarankan, agar Indonesia kembali melakukan gerakan reformasi jilid dua, dengan agenda utama penataan ulang regulasi tiga lembaga berikut, partai politik, media massa dan korporasi jahat.

Menurutnya, tiga lembaga tersebut regulasinya abu-abu dan cenderung menjadi lahan bagi kelompok tertentu yang dikuasai dengan cara curang.

"Parpol dengan regulasi buruk berkaitan dengan transparansi dan akuntabilitas keuangan, ini menjadi pintu masuk utama bagi pemilik modal besar berkolaborasi untuk menguasainya," kata Yayat dalam keterangan tertulis yang diterima rilis.id di Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Akibatnya, korupsi politik dilakukan secara personal maupun sebagai tindakan bersama. Misalnya, ungkap Yayat, kasus Nazarudin, Setya Novanto dan Olly Dondokambey. Hal itu menunjukkan parpol tidak transparan dalam  pengelolaan keuangan. 

"Agenda mereformasi parpol, tak bisa diharapkan pada partai. Karena bagi partai hal itu laksana memenggal leher sendiri," imbuhnya.

Lembaga berikutnya adalah media massa. Anggota DPR RI ini menilai, regulasi tentang media massa saatnya diperbaiki. Mengingat tidak sedikit afiliasi parpol dengan media massa, dan itu merugikan parpol yang lain karena porsi pemberitaanya tentu berbeda. 

"Lebih bahaya tafsir kebenaran dalam operasi media dimonopoli oleh selera personal pemilik media," paparnya.

Dalam jangka panjang, lanjut politisi Golkar itu, tidak menutup kemungkinan media massa dijadikan alat penjajahan atas warga negara secara sistematis. Karena, masyarakat di "kerangkeng" persepsinya yang didesain sesuai kepentingan pemilik media tersebut. 

Yang ketiga soal korporasi jahat yang diduga mampu mengendalikan perekonomian negara. Yayat menilai, dengan kemampuan finansial mereka bisa bertahan dari setiap pergantian rezim. Bahkan korporasi, bisa memaksa kepentingannya dengan cara membeli regulasi dan mendesain keputusan pemerintah. "Negara telah lama dibajak mereka," pungkasnya.

Penulis Tio Pirnando
Editor Sukarjito

Tags:

ReformasiYayat BiaroInstitusiKehadiran