logo rilis
Yayasan NU Ini Sudah Terapkan Sistem Fullday School
Kontributor
Budi Prasetyo
12 Agustus 2017, 21:37 WIB
berita
Siswa Yayasan Khadijah Surabaya mengikuti lomba perayaan peringatan 17 Agustus, Sabtu (13/8/2017). FOTO: RILIS.ID/Budi P

RILIS.ID, Surabaya— Ketua I Yayasan Khadijah Surabaya, Jawa Timur, Surahmad mengaku, sebagian sekolah yang dikelola yayasannya sudah menerapkan sistem pembelajaran mirip full day school sejak lama.

"Kalau di Wonokromo kami tidak full day school, tapi di wilayah lain keinginan masyarakat full day, kami juga ikuti full day," katanya di Surabaya, Sabtu (13/8/2017).

Dia bercerita, sebagaian besar muridnya senang berada di sekolah sampai sore hari. "Padahal jam pulangnya pukul 14.00 WIB. Kalau begitu kita tinggal mengawasi dan memberikan fasilitas saja. Mau basket, bermain sepak bola atau mengaji silahkan," tambahnya.

Surahmad mengatakan, kalau konsep itu disebut full day school dia tidak keberatan. Yang pasti, konsep pembelajaran yang diterapkan tersebut membuat yayasannya bertahan dan bisa mengabdi di masyarakat sampai berusia 63 tahun.

"Ya Monggo orang terserah melihatnya," tegasnya.

Selain itu, katanya, yayasannya mengutamakan pendidikan karakter bagi siswanya. Di samping kurikulum formal.

"Kami memang ingin membentuk karakter siswa dan juga penting," jelasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun, yayasan Khadijah Surabaya didirikan pada 1954, lalu. Yayasan itu semula bernama Madrasah Muslimat NU, dan bertujuan mencetak guru agama Islam.

Dalam perkembangannya, yayasan yang kini bernama Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah Surabaya atau disingkat dengan nama Yayasan Khadijah Surabaya ini mengelola sekolah mulai dari pendidikan dasar sampai menengah.

"Yayasan Khadijah menaungi playgroup, SD, SMP, SMA, SMK. Kami memang bergerak di dua bidang yakni  pendidikan dan sosial," tegasnya

Bagikan artikel
Tags
#NU
#Full Day School
#Sekolah NU Full Day School
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)