logo rilis
Yasonna Copot Kakanwil Hukum dan HAM Jabar dan Kadiv PAS Jabar 
Kontributor
Tari Oktaviani
23 Juli 2018, 17:45 WIB
Yasonna Copot Kakanwil Hukum dan HAM Jabar dan Kadiv PAS Jabar 
Menkumham ketika memberikan keterangan pers. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Pascakejadian operasi tangkap tangan di Lapas Sukamiskin Bandung, Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), Yasonna Laoly mencopot Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Barat, Indro Purwoko dan Kadiv PAS Jawa Barat, Alfi Zahrin Kiemas dari jabatannya.

"Secara institusi kami mengevaluasi maka per hari ini saya memberhentikan Kakanwil Jabar Indro Purwoko. Kadivpas Jabar Alfisah, saya baru saja tandatangan surat keputusan (pemberhentian)," kata Yasonna di Kantor Kemenkumham Kuningan Jakarta Selatan, Senin (23/7/2018).

Menurut Yasonna, keduanya harus ikut bertanggung jawab dalam kasus ini, meskipun tidak terlibat suap secara langsung. 

Karena, kedua orang tersebut seharusnya memonitoring perkembangan di Lapas Sukamiskin.

"Saya baru tandatangani surat pemberhentian. Karena dua tingkat di atas bertanggung jawab. Supaya jadi pelajaran bagi ke depannya," kata Yasonna.

Kakanwil Hukum dan HAM Jabar nantinya akan diisi oleh Dodot Adie Koeswanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Administrasi Jabar. 

Sedangkan Kadivpas Jabar akan dijabat oleh Agus Arianto yang sebelumnya menjabat Kadivpas Cirebon. 

Sementara Kalapas Sukamiskin akan diisi oleh Kusnali yang sebelumnya menjabat sebagai Kalapas Bancaeui Bandung.

Yasonna berharap, ketiga orang tersebut bisa membawa perubahan yang lebih baik. Hal ini mengingat tugas mereka mengawasi lapas Sukamiskin yang mayoritas diisi oleh narapidana korupsi.

"Saya sudah cek track record masing-masing supaya pas karena kita tahu Lapas Sukamiskin sangat menggoda," paparnya.

Sebelumnya pada Sabtu, 21 Juli 2018, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husein. 

Pada kasus ini, KPK baru menetapkan empat tersangka, yaitu Kalapas Sukamiskin, Fahmi, seorang tahanan pendamping dan asisten kalapas.

Total uang yang diamankan KPK dalam OTT ini sebanyak Rp279.920.000 dan USD1.410. Selain itu ada dua mobil Wahid yang diamankan KPK karena diduga terkait suap. 

Jenis mobil tersebut adalah Mistubishi Triton Exceed warna hitam dan Mintshubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam.

KPK menduga Fahmi Darmawansyah, suami Inneke Koesherawati menyuap Wahid agar bisa mendapatkan kemudahan untuk keluar-masuk tahanan. 

Ia juga terlibat dalam hal jual beli fasilitas mewah, jual beli izin keluar masuk tahanan.

Untuk merasakan fasilitas tambahan, narapidana harus merogoh kocek yang dalam. Mereka harus menyetor uang berkisar Rp200 hingga 500 juta.

Editor: Kurniati


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)