logo rilis
Yang Bikin Pemilih Enggak Bisa 'Nyoblos'
Kontributor
Fatah H Sidik
30 Maret 2018, 17:37 WIB
Yang Bikin Pemilih Enggak Bisa 'Nyoblos'
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Kupang— Pemilih yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dipastikan kehilangan hak politiknya. Demikian kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Timur, Maryanti Luturmas Adoe.

"Sesuai dengan Peraturan KPU, setiap orang yang akan memberikan hak suara harus membawa serta e-KTP atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil," ujarnya di Kupang, NTT, Jumat (30/3/2018).

Hingga kini banyak penduduk wajib KTP di NTT belum melakukan perekaman e-KTP, karena peralatan umumnya rusak dan tidak berfungsi. Berdasarkan catatan KPU NTT, sekitar 494 ribu pemilih wajib KTP belum melakukan perekaman.

"Kalau sudah melakukan perekaman tetapi belum bisa mendapat KTP elektronik, maka akan diberikan surat keterangan. Surat keterangan inilah yang bisa digunakan untuk memilih," tambahnya.

Kata Maryanti, pemilih yang sudah melakukan perekaman dan namanya tak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), bisa mencoblos pada pukul 12.00 Wita. "Itu pun jika surat suara di tempat pemungutan suara (TPS) masih ada," jelasnya.

"Kalau tidak ada surat suara lagi, maka hak politik mereka tetap tidak bisa diakomodir juga," imbuhnya. Karenanya, Maryanti mengimbau masyarakat melakukan perekaman e-KTP selama masa perbaikan daftar pemilih hingga 7 April 2018.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)