logo rilis

Yang Bikin Isu SARA Marak saat Pilkada
Kontributor

25 Maret 2018, 19:57 WIB
Yang Bikin Isu SARA Marak saat Pilkada
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Koordinator peneliti Imparsial, Ardi Manto Adiputra, meyakini, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 masih diwarnai isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Pasalnya, lebih murah daripada menggunakan politik uang.

"Besar kemungkinannya memanfaatkan isu SARA dalam pilkada. Ini dapat terjadi, karena terbukti berhasil dan murah. Cuma modal nyebarin hoaks. Lebih murah dari money politic," ujarnya di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Lebih murah, lantaran menggunakan media sosial dan pamflet tak resmi. Apalagi, imbuhnya, "Masyarakat belum mampu memilah info yang berlatar politik, sehingga mudah terpengaruh."

Sayangnya, sebagian kelompok yang memanfaatkan SARA masih bebas dari konsekuensi hukum, karena sulit dibuktikan. Parahnya lagi, mereka momen "pesta demokrasi" sebagai peluang bisnis.

Untuk itu, dibutuhkan kerja keras bagi pemangku kepentingan untuk melakukan sosialisasi bahaya ujaran kebencian. Kala ada isu SARA, masyarakat juga diimbau menelusurinya dulu. 

"Isu ini bisa dilakukan oleh semua partai, bukan cuma oposisi pemerintah karena peta politik di tiap daerah berbeda dengan di pusat," pungkas Adi. 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)