logo rilis
Yahudi dan Strategi Menguasai Dunia
Kontributor
RILIS.ID
16 Januari 2018, 13:56 WIB
Yahudi dan Strategi Menguasai Dunia

Oleh Harmoko
Ketua Umum KAMMI Unram


SETELAH membaca buku Yahudi Mengapa Mereka Berprestasi karya Toto Tasmara, saya mendapatkan lautan keilmuan yang begitu luar biasa. Banyak aspek kenapa bangsa Yahudi mampu bangkit dari keterpurukannya sehingga mereka menjadi bangsa yang tidak mudah putus asa terhadap kondisi apa pun. 

Untuk itu sangatlah penting bagi umat Islam mempelajari bagaimana bangsa Yahudi bisa menguasai dunia sampai saat sekarang. Tidak salah kita mengambil pelajaran dari siapa pun yang penting itu kebaikan bagi kita dan umat ini.
    
Penulis Jerman, Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) pernah memuji orang Yahudi. Dia mengatakan, "Energi adalah dasar dari segalaya. Orang-orang Yahudi betapa pun kecilnya kelompok mereka selalu mengejar tujuannya dengan sangat menyakinkan, mereka mahluk paling tidak mau diam di atas bumi ini.’’ 

Ini adalah sebuah pujian yang dilontarkan oleh Goethe. Pujian itu tidak lahir begitu saja. Pujian baru lahir ketika seorang telah melihat apa yang dia puji itu.
    
Dalam tulisan singkat ini saya ingin sedikit berbagi iformasi bagaimana kaum Yahudi bisa menguasai dunia sampai saat sekarang. Sejarah mencatat bagaimana bangsa dengan jumlah pendudukan yang hanya beberapa juta ini bisa dengan leluasa menjajah bangsa Palestina di tengah-tengah bangsa Arab yang mengelilinginya dengan jumlah penduduk yang berkali-kali lipat banyaknya. 

Bukan hanya itu, kaum Yahudi yang bermukim di Amerika Serikat dengan jumlah penganut yang hanya beberapa juta saja sudah bisa memengaruhi dan mendikte pemerintahan Amerika. 

Kaum Yahudi mampu menguasai dunia sampai saat sekarang tidak secara spontan tapi ada yang membuat mereka selalu berprestasi salah satu yang dilakukan kaum Yahudi adalah mereka menanamkan kepada generasi mudanya petignya pedidikan. Bagi mereka pendidikan itu ruh kehidupan.

Tahun 1909, Harvard, universitas paling bergengsi di Amerika, mencatat 6 persen para mahasiswanya orang Yahudi. Dan melonjak menjadi 22 persen pada tahun 1922. Di Universitas Columbia yang berada di New York mencatat 44 persen mahasiswanya adalah Yahudi. 

Begitu kuatnya dominasi Yahudi dalam dunia pendidikan sehingga hampir seluruh universitas di Amerika didominasi para profesor Yahudi. Pendidikan atau dalam bahasa Ibrani disebut Chanukah merupakan dasar budaya Yahudi yang telah dirintis sejak awal. 

Di samping belajar di sekolah umum, mereka belajar di lembaga pendidikan Yahudi untuk belajar bahasa Ibrani, sejarah Yahudi, dan huruf Ibrani, kaum Yahudi menujukkan kepedulian Yahudi terhadap penting pendidikan untuk membanggun watak generasi yang akan datang sebagai aset untuk meneruskan cita-cita kaum Yahudi. 

Mereka ini selalu diarahkan untuk memiliki indentitas kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan Tuhan. Mereka sudah dilatih untuk mengucapkan, ‘’shema yisrael’’ (semoga Tuhan memberkati Israel), ucapan yang dianggap suci dan heroik. 
    
Ilmuwan Yahudi, Albert Einstein menasihati anak-anak bahwa ada kaitan antara sukses, kerja keras, kesenangan dan kesungguhan sebagaimana ia katakana, “bila A adalah sukses, maka A=X + Y + Z. Kerja keras adalah X, bermain adalah Y dan Z adalah tutup mulutmu jangan banyak bicara!”. Sehingga dalam kepercayaan Yahudi dikatakan bahwasanya, “Kemiskinan adalah hina, tanda kelemahan. Kemiskinan lebih buruk dari lima puluh wabah penyakit”.
    
Bagi kaum Yahudi, pendidikan sudah menjadi darah daging. Anak-anak Yahudi wajib untuk belajar di sekolah dan bahkan wajib untuk belajar bagaimana kaum keyahudiannya sehingga anak-anak sudah tertanam pemahamannya sejak dini. Pendidikan adalah makanan pokok kaum Yahudi.

Sehingga kita tidak heran betapa banyak kaum Yahudi mendapatkan penghargaan seperti Nobel dan lainnya. Kaum Yahudi sangat haus dengan dunia pendidikan dunia yang mengajarkan bagaimana mereka mampu berkarya dan berprestasi di kancah internasional.


Tags
#harmoko
#opini
#yahudi
#palestina
#israel
#pendidikan
500
komentar (0)