logo rilis
Wow, Teh Indonesia Raih Penghargaan Dunia
Kontributor
Yayat R Cipasang
12 Juli 2018, 18:30 WIB
Wow, Teh Indonesia Raih Penghargaan Dunia
PT Bukitsari mendapat sertifikat dari “Teas of The World International Contest

RILIS.ID, Jakarta— Kabar baik datang dari ajang AVPA Gourmet Product 2018. Salah satu produk Indonesia, teh Bankitwangi yang diproduksi PT Bukitsari mendapat sertifikat dari “Teas of The World International Contest" yang diselenggarakan Agence pour la Valorisation des Produits Agricoles atau AVPA Prancis, 10 Juli 2018.

Seperti ditulis dari laman Kemenlu, Kamis (12/7/2018), Bangkitwangi meraih penghargaan dalam kategori Black Tea. AVPA Prancis disebutkan sebagai suatu organisasi yang berdomisili di Paris yang bertujuan untuk membantu meningkatkan nilai tambah dan memasarkan produk pertanian pada tingkat nasional dan internasional.

Penghargaan diberikan langsung Philippe Juglar, Presiden AVPA, kepada Suryo Tutuko, perwakilan P. Bukitsari, serta disaksikan Duta Besar RI Paris Dr. Hotmangaradja Pandjaitan. 

Ajang internasional “Teas of The World" merupakan kompetisi pertama khusus untuk memberikan penghargaan produsen teh terbaik yang diselenggarakan oleh AVPA. Produk teh yang dipertandingkan dibagi berdasarkan sembilan kategori, yaitu Green Tea, White Tea, Oolong Clear, Darjeeling, Oolong Moyen, Oolong Oriental Beauty, Oolong Dark, Black Tea, dan No Category (lainnya). 

Penilaian juri pun berlangsung ketat. Dari keseluruhan 113 produk teh yang dipertandingkan (dari 15 negara produsen), hanya 53 teh yang mendapatkan penghargaan, di antaranya dari Jepang, Tiongkok, India, dan Taiwan.

Sebagai negara gastronomi dan importir teh terbesar ke-5 di kawasan Eropa, Prancis tidak bisa lagi mengabaikan pentingnya teh dalam kehidupan sehari-hari. Teh sudah berhasil memikat sepertiga dari populasi Prancis dan sekarang menjadi segmen barang konsumsi yang dinamis. 

Berdasarkan data Trademap tahun 2017, nilai impor Perancis untuk produk teh, atau “Tea, whether or not flavoured" dengan kode HS 0902, mencapai 168,37 juta dolar AS.

Pasar teh di Prancis naik 6,6 persen pada tahun 2017 dan terus stabil hingga kini. Dari jumlah tersebut, hingga 25 persen adalah permintaan teh premium atau teas of origin, sementara sisanya adalah permintaan dalam bentuk teh celup yang dibeli di supermarket. Kebutuhan ini tentunya menjadi pertimbangan bagi para produsen dan pemasok teh.

Pada tahun 2017, Indonesia merupakan pemasok dengan peringkat ke-11 dengan share sebesar 1,69 persen atau senilai US$ 2.841.000.  Namun demikian jumlah ini masih jauh bila dibandingkan dengan China US$43.605.000, Sri Lanka US$10.171.000, dan India US$6.706.000. Nilai pertumbuhan ekspor Indonesia di pasar Prancis adalah sebesar 6,56 persen untuk kurun waktu 5 tahun dari tahun 2013-2017.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)