logo rilis

Wow! Mantan Dirjen Perhubungan Laut Tidur dengan 33 Tas Isi Rp20 Miliar
Kontributor
Tari Oktaviani
04 April 2018, 14:01 WIB
Wow! Mantan Dirjen Perhubungan Laut Tidur dengan 33 Tas Isi Rp20 Miliar
ILUSTRASI: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono rupanya menyimpan banyak uang di tas. Menurutnya, dia terbiasa menaruh uang di tas yang tersebar di tempat tidur dan di pojok kamarnya.

Namun, dia membantah uang itu berasal dari korupsi perizinan Direktorat Perhubungan Laut yang dilakukannya. Hal itu disampaikan saat pemeriksaan terdakwa hari ini di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta, Rabu (4/4/2018).

"Jadi di tempat tidur, di kamar, di pojokan ada tumpukan tas. Tas ransel semuanya ada 33," ungkapnya.

Saat ditanya oleh majelis hakim alasan Toni menaruh uang di tas-tas itu, dia mengaku merasa nyaman karena bisa mengawasinya sewaktu-waktu termasuk saat tidur. Selain itu, dia beralibi kamar sebelahnya sudah penuh dengan barang antik sehingga tas berisi uang itu ditaruhnya di kamar.

"Karena saya tidur disitu, satu lagi (kamar) untuk barang antik," paparnya.

Mulanya, Tony menilai jumlah uang yang berada dalam tas hanya sebatas Rp3-4 miliar. Namun, dia sendiri kaget saat dihitung oleh petugas KPK, ternyata uang itu berjumlah Rp20 miliar. Bahkan dia sempat berkelakar ingin membeli rumah di Pondok Indah setelah mengetahui uang dalam tas mencapai puluhan miliar.

"Perkiraan saya tiga miliar sampai Rp4 miliar, tahu-tahu 20 miliar. Saya kaget juga. Kalau gitu saya beli rumah di Pondok Indah," kata Tonny.

Lebih jauh, Tonny mengaku tidak pernah menggunakan uang tersebut. Menurutnya dia sehari-hari saja sudah sibuk, sehingga tak sempat membuka-buka isi tas.

"Tidur aja susah, apalagi makirin duit," tutur Tonny.

"Tidur susah?," tanya hakim Zuhri.

"Kan itu handphone saya di sebelah sini (sambil mengarahkan tangan di pinggir kuping). Karena hanphone itu kalau ada apa-apa, menteri telepon saya," jawab Tonny.

Sebelummya, Tonny diduga menerima uang  suap Rp20,7 miliar terkait perizinan. Uang tersebut pun sudah disita oleh KPK.

Tonny menerima uang dari Adiputra Kurniawan, Komisaris PT AGK (Adhi Guna Keruktama), yang mengerjakan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Tonny Budiono ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (23/8). 

Tonny pun ditetapkan sebagai tersangka dan disangka melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Adiputra disangka sebagai tersangka pemberi dan disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)