logo rilis
Wow! Duit Koruptor Sebanyak Ini, Mau Tahu Berapa?
Kontributor
Tari Oktaviani
08 Juni 2018, 15:48 WIB
Wow! Duit Koruptor Sebanyak Ini, Mau Tahu Berapa?
ILUSTRAS: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— KPK menetapkan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar M. Samanhudi Anwar sebagai tersangka suap. Mau tau berapa harta kekayaan mereka?

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang pada https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/, Jumat (8/6/2018), Samanhudi tercatat memiliki harta Rp8,5 miliar. Sedangkan, Syahri sebesar Rp1,1 miliar.

Samanhudi yang merupakan Ketua DPC PDIP Kota Blitar itu juga memiliki 14 bidang tanah yang tersebar di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Nilai asetnya itu mencapai Rp4,5 miliar. Sedangkan, untuk kendaraannya, Samanhudi hanya memiliki mobil Toyota tahun pembuatan 1967 senilai Rp15 juta.

Dari laporannya, ia juga memiliki usaha penyewaan lapangan futsal yang nilainya mencapai Rp6,5 miliar. Selain itu, ia punya giro dan setara kas sejumlah Rp244,2 juta. Namun, Samanhudi itu tercatat memiliki utang sebesar Rp2,7 miliar.

Sementara itu, Bupati Tulungagung, Syahri dalam LHKPN-nya ia memiliki harta tak bergerak berupa tanah senilai Rp789,3 juta. Pria yang maju sebagai calon Bupati Tulungagung 2018-2023 itu juga memiliki kendaraan bermotor, di antaranya empat unit motor dan empat unit mobil berbagai merek senilai Rp762,5 juta.

Syahri juga memiliki pertanian senilai Rp3 juta dan logam mulia sebesar Rp30 juta. Ia pun memegang giro senilai Rp214,6 juta. Sama seperti Samanhudi, Syahri juga memiliki utang sebesar Rp654 juta.

Sebelumnya, KPK menetapkan Syahri Mulyo sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. 

Tak hanya Syahri, KPK juga menetapkan Agus Prayitno (AP) pihak swasta, Sutrisno (SUT) selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung, dan Susilo Prabowo (SP) selaku kontraktor.

Lalu KPK juga menetapkan Wali Kota Blitar M. Samanhudi Anwar (MSA) menjadi tersangka. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Biltar.

Pria yang merupakan Ketua DPC PDIP Blitar ini ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yaitu, Bambang Purnomo (BP) selaku pihak swasta dan kontraktor, Susilo Prabowo (SP).

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)