logo rilis
WNI di AS Kembangkan Beras Protein Tinggi
Kontributor
Syahrain F.
24 Mei 2018, 14:36 WIB
WNI di AS Kembangkan Beras Protein Tinggi
Ilustrasi beras. FOTO: guoguiyan

RILIS.ID, Jakarta— Dua diaspora Indonesia di Louisiana, Amerika Serikat, Herry dan Ida Utomo, berhasil membuat beras berprotein tinggi.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (24/5/2018), dijelaskan bahwa beras yang diberi nama Cahokia telah terbukti mengandung 50 persen lebih banyak protein dibanding beras pada umumnya.

Beras bulir panjang umumnya mengandung empat gram protein setiap hidangan, tetapi beras Cahokia mengandung enam gram protein.

Temuan kedua diaspora yang juga profesor di Louisiana State University ini salah satunya bertujuan untuk mengatasi malnutrisi.

"Ada ratusan juta orang di seluruh dunia yang bergantung pada nasi dan memakannya tiga kali per hari, tetapi kadang mereka tidak dapat asupan protein yang cukup karena kelangkaan atau tidak mampu membeli daging. Saya pikir jika kita dapat meningkatkan kandungan protein beras, itu dapat membantu mengatasi masalah gizi buruk yang serius," kata Ida Utomo.

Beras Cahokia telah lolos paten, pertama kali berhasil dikembangkan di dunia, dan kini mulai dijual ke publik melalui berbagai pasar swalayan oleh perusahaan di AS.

Petani lokal asal Illinois bernama Blake Gerard yang menekuni pertanian padi selama 18 tahun mengaku amat puas dengan beras Cahokia.

"Kami sekarang sedang panen kelima dan dengan hasil yang bagus serta tingkat protein yang konsisten, kami sangat gembira," ujarnya.

Selain kandungan protein tinggi, kadar karbohidrat di beras Cahokia pada dasarnya tidak berubah. Cahokia memiliki indeks glisemik (IG) yang lebih rendah dibanding beras lain pada umumnya.

Karbohidrat dari beras Cahokia berubah menjadi gula lebih lambat daripada beras biasa sehingga bagi para penderita diabetes, beras dengan IG lebih rendah seperti Cahokia lebih aman untuk dikonsumsi.

"Tidak ada perubahan teknis dalam budidaya padi berkadar protein tinggi ini. Artinya, tanpa mengeluarkan biaya tambahan maka dari tiap satu hektar yang ditanami Cahokia akan diperoleh 150 kilogram ekstra protein murni," kata Herry.

Protein tambahan ini setara dengan 550 kilogram daging atau 4.500 liter susu. Dengan total areal produksi beras AS sebesar 1,8 juta hektar, maka padi berkadar protein tinggi ini akan membantu menghasilkan tambahan 0.23 juta ton protein murni setiap kali tanam.

Untuk Indonesia yang lahannya 4,5 kali AS, potensi tambahan protein bisa mencapai 1 juta ton protein murni yang setara dengan 3,6 juta ton daging tanpa biaya tambahan atau mengubah cara budidaya.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)