logo rilis
Wimboh Sebut Keuangan Syariah Belum Tumbuh Optimal
Kontributor
Intan Nirmala Sari
26 Maret 2018, 13:26 WIB
Wimboh Sebut Keuangan Syariah Belum Tumbuh Optimal
FOTO: Humas OJK

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, pertumbuhan keuangan syariah saat ini belum optimal karena secara kelembagaan masih belum kokoh dalam menghadapi berbagai tekanan dari eksternal maupun untuk memacu pertumbuhannya.

Untuk itu, menurutnya berbagai program harus terus dibangun secara berkelanjutan, seperti meningkatkan literasi keuangan atau tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan syariah.

Berdasarkan hasil survei OJK 2016 lalu, tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap produk keuangan syariah masih rendah, yakni  8,11 persen, dengan tingkat literasi perbankan syariah sebesar 6,63 persen, perasuransian syariah 2,51 persen dan Pasar Modal Syariah 0,02 persen.

Meskipun begitu, pertumbuhan industri keuangan syariah 2017 mampu tumbuh 27 persen atau lebih tinggi dibandingkan industri keuangan konvensional.

"Total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk Saham Syariah) mencapai Rp1.133 triliun atau tumbuh 27 persen," ujar Wimboh dalam pernyataan resmi di Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Hal itu juga didukung pangsa pasar sukuk Indonesia yang mencapai 19 peren dari seluruh sukuk yang diterbitkan berbagai negara.

Sebagai informasi, Wimboh dilantik sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2018-2021 menggantikan Muliaman D. Hadad yang habis masa kepengurusannya. Pelantikan Wimboh dan pengurus baru MES dilakukan Ketua Dewan Pembina KH. Ma’ruf Amin pada Sabtu (24/3/2018).

Wimboh Santoso terpilih sebagai Ketua Umum melalui keputusan sembilan orang Tim Formatur yang dipimpin oleh KH. Ma’ruf Amin setelah melalui banyak pertimbangan dan masukan dari anggota.

Ia mengatakan, salah satu program MES ke depan adalah mendukung pengembangan program Bank Wakaf Mikro, serta ikut berperan dalam pengembangan industri halal. “Saya berharap MES dapat menjadi motor pengembangan Bank Wakaf Mikro dengan platform LKM syariah berbasis pesantren ini,” katanya.


500
komentar (0)