logo rilis
Wayang Golek Ramaikan Sosialisasikan Empat Pilar
Kontributor
Nailin In Saroh
14 April 2019, 11:30 WIB
Wayang Golek Ramaikan Sosialisasikan Empat Pilar

RILIS.ID, — Ratusan warga masyarakat Desa Gunung Sari, Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya, antusias memenuhi lapangan untuk menyaksikan pagelaran wayang golek yang diselenggarakan MPR RI. Pagelaran yang termasuk dalam rangkaian Sosialisasi Empat Pilar itu menampilkan wayang golek atau wayang sunda, pencak silat, tari jaipong, rempak gendang. Da

Wayang golek yang popular dengan tokoh Cepot, malam itu mengusung tema 'Tunas Bangsa Punggawa Seni Sunda'. 

Pagelaran seni budaya dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) ini dihadiri anggota MPR RI Djoni Rolindrawan; Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas, Muhamad Jaya. Serta hadir pula Camat Sukanagara, dan Kepala Desa Gunung Sari serta ratusan masyarakat yang sangat antusias menyaksikan pagelaran ini.

Mewakili pimpinan MPR, Djoni Rolindrawan menyatakan, kehadirannnya di Desa Gunung Sari ini adalah untuk menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR. Sosialisasi Empat Pilar, menurut Djoni, dilakukan dengan beragam metode, salah satunya lewat pagelaran seni budaya tradisional wayang golek ini. 

"Khusus untuk pagelaran seni budaya hanya seni budaya Sunda (wayang golek), melainkan juga dengan beragam seni budaya daerah lain di Indonesia," ujar Djoni di Lapangan Kampung Panyebrangan Desa Gunung Sari, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu malam (13/04/2019). 

Selain mensosialisasikan Empat Pilar, lanjut Djoni, juga untuk ikut memberdayakan dan melestarikan seni budaya tradisional agar terhindar dari ancaman kepunahan.

Menjawab pertanyaan dari ikon wayang golek itu, Djoni menjelaskan, sosialisasi Empat Pilar merupakan amanat UU MD3 yang menugaskan pimpinan MPR untuk memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya lewat pagelaran seni budaya wayang golek ini.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas, Muhamad Jaya, selaku ketua penyelenggara, dalam laporannya mengatakan, pagelaran seni budaya wayang golek ini diharapkan dapat menghibur masyarakat. Wayang golek sengaja dipilih, karena MPR tahu bahwa di Desa Gunung Sari ini masih banyak warga masyarakat yang menggemari wayang golek. 

Menurut pria yang akrab dipanggil Pak Jaya ini, pentas wayang golek digelar dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR. Bukan hanya wayang golek, MPR juga melakukan Sosialisasi Empat Pilar dengan beragam metode seperti Seni Budaya, FGD, Seminar, Debat, Diskusi. MPR juga melakukan Sosialisasi Seni Budaya yang sesuai dengan jenis seni budaya lokal masing-masing daerah.   

"MPR menggunakan seni budaya sebagai media sosialisasi bukan tanpa alasan, selain sebagai tontonan yang memang digemari masyarakat, juga banyak berisi tuntunan yang mengandung nilai-nilai filosofis, pesan-pesan dalam Pancasila yang berisi ajakan kebaikan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan bernegara," katanya.

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID