logo rilis
Waspadai Penipuan Rekrutmen BPJS-TK, Ini Modusnya
Kontributor
Syahrain F.
06 Mei 2018, 17:31 WIB
Waspadai Penipuan Rekrutmen BPJS-TK, Ini Modusnya
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) mengimbau masyarakat agar mewaspadai upaya-upaya penipuan terkait lowongan pekerjaan atau rekrutmen karyawan yang mengatasnamakan perusahaan.

BPJS-TK selalu mengumumkan lowongan pekerjaan melalui situs resmi perusahaan yakni rekrutmen.bpjsketenagakerjaan.go.id. Selain itu, BPJS-TK juga tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses seleksi penerimaan calon karyawan, kata Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz dalam siaran tertulis yang diterima hari ini (6/5/2018).

Naufal menyampaikan, BPJS-TK menemukan sejumlah pengumuman lowongan palsu atau penipuan yang disebar melalui media sosial.

Menurutnya, modus yang dilakukan para pelaku biasanya menyatakan bahwa peserta dinyatakan lulus dan diwajibkan untuk membayar sejumlah uang jika ingin melanjutkan ke tahap rekrutmen dan seleksi berikutnya.

BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Naufal, memang sedang melakukan proses seleksi karyawan baru untuk ditempatkan di berbagai posisi penugasan pada unit kerja di seluruh wilayah Indonesia.

Namun, proses seleksi ini tidak dikenakan biaya ataupun perjanjian khusus. BPJS Ketenagakerjaan juga tidak melakukan korespondensi apapun terkait pelaksanaan rekrutmen ini kepada peserta, selain melalui pengumuman di media resmi.

"Kami juga tidak melakukan korespondensi dalam bentuk apapun kepada peserta seleksi apalagi sampai memungut biaya guna menjanjikan kelulusan," kata Naufal.

Dia memaparkan, sejak dibukanya proses pendaftaran pada akhir Februari 2018, jumlah pelamar mencapai 128.590 kandidat. Proses seleksi melibatkan konsultan independen yang kredibel dalam proses rekrut dan seleksi.

Dengan begitu, calon karyawan terpilih nantinya merupakan yang terbaik dan memiliki kompetensi sesuai yang butuhkan pihak BPJS-TK.

"Kami pastikan seluruh proses seleksi ini dilakukan secara 'Fair' dan transparan. Bila ditemukan penyimpangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, masyarakat dapat langsung melaporkan kepada kami," kata Naufal.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)