logo rilis
Warga Tolak Jenazah Terduga Teroris, Fatwa MUI Dinanti
Kontributor
Budi Prasetyo
18 Mei 2018, 23:52 WIB
Warga Tolak Jenazah Terduga Teroris, Fatwa MUI Dinanti
Garis polisi (police line) membentang di sekitar salah satu gereja di Surabaya, Jawa Timur, yang menjadi lokasi pengeboman, Minggu (13/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Surabaya— Polda Jawa Timur masih menunggu fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebelum menyerahkan 10 jenazah terduga teroris asal Surabaya. Sebab, ada penolakan dari warga saat akan dikebumikan.

"Penyerahan jenazah, masih menunggu surat jawaban dari MUI terkait fatwa yang diminta oleh Wali Kota Surabaya, Bu Risma, terkait adanya penolakan warga," ujar Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin, di Surabaya, Jumat (18/5/2018).

Diharapkan fatwa MUI nantinya, mengakhiri polemik pemakaman jenazah terduga teroris tersebut. Dia berjanji, Polda Jatim segera menindaklanjuti keputusan fatwa tersebut. "Kami akan lakukan yang terbaik," janjinya.

Warga Dukuh Kupang diketahui, menolak pemakaman jenazah terduga teroris, Tri Murtiono. Bahkan, menutup kembali lubang makam yang akan dipakai menguburkan pengebom Mapolrestabes Surabaya itu.

Dari 13 jenazah terduga teroris, baru tiga jenazah yang dimakamkan. Satu di antaranya, jenazah terduga teroris Anton Ferdiantono, yang tewas di Rusun Wonocolo Sidoarjo.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)