Home » Fokus

Warga Rusunawa Tambora Terancam Penyegelan Jilid II

Senin, 21/8/2017 | 23:58

ILUSTRASI: Hafidz Faza

PEMERINTAH DKI Jakarta semakin serius akan mengusir bagi penunggak pembayaran Rusunawa Tambora. Segala upaya untuk memberikan kesadaran kepada penghuni Rusunawa Tambora dianggap telah diupayakan. Namun ada sebagian warga yang belum tekad membayar tunggakannya cicilannya.

Laporan terakhir yang dirilis pihak pengelola Rusunawa terlihat masih ada tunggakan dari 261 senilai Rp705,754,731. Total warga Rusunawa yang belum membayar per 21 Agustus 2017 masih sekitar Rp462,101,842.

"Selama 12 hari ada pemasukan Rp243,652,889. Jadi tunggakan yang belum itu Rp462,101,842," kata Kepala satuan pelayanan Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Tambora H.M Sidik saat rilis.id berbincang dengannya di Kantornya di Tambora, Jakarta Barat, Senin (21/8/2017).

Rumuh Susun Warga yang terletak di Tambora Jakarta Barat memiliki 879 unit. Pekan lalu, pihak UPRS memang telah melakukan penyegelan terhadap 105 unit di Rusunawa Tambora dari 261 unit. Unit yang dilakukan penyegelan ada mereka yang telah menunggak diatas enam bulan.

Namun begitu, Kepala satuan pelayanan Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Tambora H.M Sidik mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan pemerintah akan mengambil langkah pengusiran terhadap warga Rusunawa Tambora yang belum melunasi tunggakannya.

"Kalau belum dibayar juga nanti kita beri SP 1 untuk pengosongan. Kalau enggak juga kita terpaksalah (diusir)," ujar Sidik.

Menurut Sidik, pemerintah telah memberi waktu bagi warga yang menunggak pembayaran untuk melunasi selama sepekan. Hari ini (21/8) merupakan hari terakhir tempo tersebut. Jika dalam beberapa hari belum ada kesadaran warga untuk membayar, pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk ditertibkan.

Sementara bagi warga yang tunggakan dibawah tiga bulan, pemerintah juga akan melakukan yang sama yakni penyegelan. Namun Sidik belum menjelaskan kapan pihak UPRS akan melakukan penyegelan. "Nanti akan ada penyegelan lagi untuk yang di bawah enam bulan," kata Sidik.

Mayoritas penghuni Rusunawa merupakan warga penghuni Rusun sebelumnya. Tapi sebagian, juga dihuni oleh eks warga penggusuran seperti warga eks gusuran seperti dari Senen.

Penulis Armidis Fahmi
Editor Danial Iskandar

Tags:

fokusrusun tamborajakarta

loading...