logo rilis
Warga Palestina Kembali Gelar Demonstrasi di Perbatasan Gaza
Kontributor
Syahrain F.
20 April 2018, 23:52 WIB
Warga Palestina Kembali Gelar Demonstrasi di Perbatasan Gaza
Para wartawan Palestina berdemonstrasi untuk menunjukkan dukungan kepada sesama insan pers yang dipenjara di Gaza City, Gaza pada 19 April 2018. FOTO: Anadolu Agency/Mustafa Hassona

RILIS.ID, Gaza— Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza pada Jumat (20/4/2018) kembali berkumpul di perbatasan untuk melanjutkan aksi demonstrasi "Great Return March" yang telah berlangsung sejak 30 Maret.

Warga Palestina di Gaza masih terus melancarkan aksi damai di jalur perbatasan, meski harus menghadapi ancaman peluru tajam tentara Israel.

Warga Gaza yang menuntut pencabutan blokade dan hak untuk kembali ke wilayah yang direbut Israel sudah mulai mendatangi perbatasan sejak pagi ini.

Seperti pada aksi demonstrasi sebelumnya, para demonstran melaksanakan ibadah salat Jumat di perbatasan.

Pesan “Ancaman” dari Tentara Israel
Sementara itu, tentara Israel “mengancam” warga Gaza dengan pesan berjudul “Untuk Rakyat Gaza” yang mereka sebarkan dari udara.

Melansir dari kantor berita Anadolu Agency, militer Israel melalui pesan dalam bahasa Arab dan Inggris memperingatkan para demonstran untuk tidak "mendekati perbatasan" dan "tidak merusak pagar perbatasan".

"Prajurit kami siap untuk segalanya. Tentara kami akan melakukan apa pun untuk mencegah segala jenis serangan," tulis pesan tersebut.

35 warga Palestina Tewas
Warga Palestina mengadakan demonstrasi damai bertajuk “Great Return March” di perbatasan Jalur Gaza dan Israel untuk memperingati Land Day ke-42 sejak 30 Maret.

Namun, tentara Israel menembaki penduduk sipil yang menuntut "untuk kembali ke tanah leluhur mereka dan pencabutan blokade ilegal terhadap Gaza yang telah diterapkan sejak 2006".

Setidaknya 35 warga Palestina tewas dan lebih dari 3.000 lainnya terluka sejak demonstrasi tersebut dimulai.

Warga Palestina berencana untuk melanjutkan aksi bernama Great Return March ini hingga pertengahan Mei.

The Land Day
Pada 30 Maret 1976, Israel merebut ribuan hektar tanah milik sejumlah warga Israel asal Palestina yang tinggal di wilayah Galilee di bagian utara negara itu.

Rakyat Palestina kemudian melakukan demonstrasi dan pemogokan umum untuk memprotes perebutan itu.

Polisi Israel menembaki warga Palestina yang mengikut aksi demonstrasi, enam orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Insiden yang dikenang sebagai The Land Day ini dianggap sebagai simbol perlawanan Palestina soal tanah, yang merupakan sumber konflik antara Israel dan Palestina.


500
komentar (0)