logo rilis

Wapres Minta Rakyat Pahami Sistem Hukum di Arab Saudi
Kontributor
Syahrain F.
20 Maret 2018, 19:07 WIB
Wapres Minta Rakyat Pahami Sistem Hukum di Arab Saudi
Wapres Jusuf Kalla. FOTO: Dok. Setkab

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Presiden Jusuf Kalla memahami kegusaran yang dirasakan rakyat Indonesia ketika mendengar berita eksekusi mati buruh migran asal Indonesia di Arab Saudi bernama Muhammad Zaini Misrin Arsyad.

Namun, dia meminta masyarakat berupaya memahami hukum dan aturan yang berlaku di Saudi, sebagaimana rakyat ingin dipahami pihak luar terkait sistem hukum yang berlaku di Indonesia.

"Pemerintah sudah berusaha, tapi kita juga harus memahami hukum yang berlaku di negara lain. Sama juga kita mengharapkan orang memahami hukum di Indonesia. Jangan asal marah saja, jangan lupa kita juga hukum mati orang terkait narkoba," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Wapres Kalla juga meminta kepada para TKI yang ada di negara asing untuk tidak melanggar hukum di negara tempat mereka bekerja.

"Kalau anda berada di suatu negara, ya jangan melanggar hukum di negara itu. Tentunya kita juga memahami kalau orang berbuat salah maka akan berlaku hukum setempat. Sama juga di Indonesia, kita menghukum mati orang juga," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menuntut Pemerintah Indonesia agar melayangkan protes keras terhadap Pemerintah Arab karena tidak memberikan "mandatory consular notification" atau pemberitahuan sebelum mengeksekusi Zaini.

"Pemerintah Indonesia harus mengeluarkan Nota Protes Diplomatik kepada Kerajaan Arab Saudi, dan melakukan persona non-grata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia," kata Wahyu.

Zaini (53) merupakan pria asal Bangkalan, Jawa Timur, yang bekerja sebagai sopir di Arab Saudi. Dia ditangkap oleh polisi Arab pada 13 Juli 2004 karena tuduhan membunuh majikannya yang bernama Abdullah bin Umar Muhammad Al-Sindy.

Zaini divonis hukuman mati pada 17 November 2008, namun KJRI Jeddah baru menemui Misrin untuk pertama kalinya di penjara pada 2009.

Eksekusi hukuman mati terhadap Zaini berlangsung pada dua hari (18/3) lalu.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)