logo rilis

Wapres JK Minta Modernisasi Alat dan Pengetahuan dalam Tubuh Polri
Kontributor

04 Mei 2018, 14:22 WIB
Wapres JK Minta Modernisasi Alat dan Pengetahuan dalam Tubuh Polri
Wapres Jusuf Kalla. FOTO: Humas Setkab

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, meminta jajaran Kepolisian RI untuk memodernisasi pengetahuan para aparat sekaligus peralatan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan negara Indonesia.

"Baik dari sisi pengetahuan maupun peralatan, tentu kepolisian harus selalu memodernisasi agar lebih profesional dalam langkah-langkah mengatasi konflik," kata Wapres Kalla saat memberikan pengarahan Apel Kasatwil 2018 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Profesionalisme yang diharapkan Kapolri itu berarti pengetahuan yang luas terhadap perkembangan kriminal yang terjadi di dunia ini.

Dengan perkembangan teknologi akhir-akhir ini, Wapres Jusuf Kalla mengingatkan akan besarnya potensi konflik yang mudah terjadi dan bisa dikendalikan dari jarak jauh.

Wapres mencontohkan kericuhan "Arab Spring" sejak Desember 2010 terjadi akibat kendali dari orang di balik layar media sosial Facebook untuk memprovokasi masyarakat Arab agar melakukan revolusi di negara-negara Arab.

"Arab Spring itu diperbesar oleh seseorang, operator, yang mengendalikan Facebook, hanya tinggal di rumah dia dapat mengendalikan demonstrasi. Saya kira sama juga dengan kita di sini. Zaman dahulu mengumpulkan orang mungkin butuh pemberitahuan 1 s.d. 2 bulan; sekarang hanya dengan 1 s.d. 2 hari bisa berkumpul 1.000.000 orang akibat komunikasi yang begitu mudah dan sistem yang begitu cepat," jelasnya.

Kecepatan perkembangan teknologi, menurut Wapres, saat ini dapat ditandai dengan jumlah gawai komunikasi yang dimiliki masyarakat. Saat ini, setiap orang setidaknya memiliki paling sedikit dua telepon seluler yang mudah terhubung dengan media sosial.

"Semua orang di sini kalau ada 500 orang di sini, ada 700 handphone. Karena di antara kita ada yang punya dua. Jadi, setiap 1,5 tahun, kapasitas 'handphone' itu berkembang 100 persen," tuturnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)