logo rilis
Wangi Kopi Nusantara Makin Semerbak di Amerika
Kontributor
Syahrain F.
28 April 2018, 22:03 WIB
Wangi Kopi Nusantara Makin Semerbak di Amerika
Ilustrasi kop Nusantara. ILUSTRASI: Dreamstime

RILIS.ID, Jakarta— Aroma kopi Indonesia akan semakin tercium di Amerika Serikat (AS). Dalam pameran Global Specialty Coffee Expo (GSCE) 2018 di Seattle, kopi premium asal Indonesia mencatatkan transaksi sebesar US$25 juta.

Atase Perdagangan KBRI di Washington DC Reza Pahlevi mengatakan, pangsa pasar kopi Indonesia di AS sudah lebih dari lima persen dan menempati negara urutan keenam negara pengekspor kopi.

Nilai ekspor kopi Indonesia ke negara ini pada 2017 mencapai US$312 juta, naik 10 persen dari 2016 yang berada pada angka US$304 juta. 

Reza mengatakan, jumlah ini masih bisa ditingkatkan, mengingat total impor kopi Amerika mencapai US$6,1 miliar pada 2017.

“Amerika ini pasar atraktif bagi eksportir kopi di seluruh dunia. Konsumsinya pada 2018 diperkirakan mencapai 1,5 juta ton. Kedua terbesar setelah Uni Eropa,” ujar Reza dalam siaran persnya, Jumat (27/4/2018).

Indonesia, menurut Reza, mempunyai kesempatan besar meningkatkan eksor kopi ke Amerika. Karena ternyata negara utama eksportir kopi utama AS seperti Brazil dan Peru mencatatkan penurunan ekspor.

“Kopi Indonesia mempunyai reputasi yang baik di kalangan pecinta kopi premium di seluruh dunia,” ujar dia.

Indonesia mempunyai kopi-kopi premium yang sudah dikenal para pecinta kopi. Antara lain Sumatra Gayo, Sumatra simalungun, Lampung robusta, liberica tungkal Jambi, Java preanger, Java ijen raung, Java sindoro, Bali kintamani, Flores bajawa, Sulawesi toraja arabica, Kalosi arabica enrekang, Papua wamena, dan lain-lain.

Dalam pameran tersebut, delegasi daerah penghasil kopi utama Indonesia, yaitu Provinsi Aceh mengadakan pertemuan dengan waralaba kopi Starbuck di pusatnya, Seatle. 
Perusahaan ini berkomitmen menyerap seluruh hasil produksi kopi Aceh dengan syarat jaminan stabilitas stok dan kualitas.

“Ada penurunan pasokan dari Indonesia ke Starbucks karena anomali cuaca. Ini dimaklumi,” ujar Reza.

Para buyer dan pecinta kopi dunia akan melakukan origin trip ke Wilayah Aceh Gayo di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Luwes pada akhir Oktober 2018.

Indonesia pada 2016 berhasil memproduksi 639 ribu ton kopi. AS menjadi negara tujuan utama ekspor kopi, pada 2016 seberat 67.309,2 ton.

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)