logo rilis
Wamen ESDM Resmikan Sumur Bor dan PLT EBT di Sumbar
Kontributor
Sukardjito
25 Mei 2018, 10:53 WIB
Wamen ESDM Resmikan Sumur Bor dan PLT EBT di Sumbar
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, meresmikan 9 lokasi sumur bor dan 20 Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan (PLT EBT) di Provinsi Sumatera Barat. FOTO: HUMAS ESDM.

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, meresmikan 9 lokasi sumur bor dan 20 Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan (PLT EBT) di Provinsi Sumatera Barat. Sumur bor yang diresmikan ini akan melayani masyarakat sebanyak 8.112 jiwa. 

Sedangkan PLT EBT tersebut terdiri dari 17 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat dan 3 Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) denga total kapasitas sebesar 955 kW dan melistriki 2.710 rumah.

"Dalam anggaran Kementerian ESDM, lebih dari 50 persennya untuk pembangunan fisik. Pembangunan fisik yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti sumur bor, PLTMH, konverter kit, dan lain-lain. Yang penting harus dirasakan kebermanfaatannya," ungkap Wamen ESDM, Arcandra Tahar saat peresmian, Kamis (24/5/2018). 

pada peresmian sumur bor dan PLT EBT yang dipusatkan di Desa Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam tersebut.

Lebih lanjut Arcandra mengungkapkan besarnya potensi EBT yang dimiliki Sumatera Barat perlu dioptimalkan pemanfaatannya. "Pada hari ini kita meresmikan 20 buah, ini lumayan besar dari segi jumlah apabila dibanding daerah lain, potensi EBT harus kita gali lagi, salah satunya panas bumi di Solok. Kita harus tetap mengupayakan agar potensi EBT di Sumatera Barat dapat dioptimalkan," jelas Arcandra.

Proyek sumur bor yang diresmikan dibangun pada tahun 2017 berada di 7 Kabupaten/Kota dengan kapasitas debit total sebesar 16,9 liter/detik. Kabupaten yang mendapatkan sumur bor yaitu:

a. Kabupaten Agam, 3 sumur bor (Ds. Padang Tarok, Kec. Baso; Ds Kamang Mudiak, Kec. Kamang Magekl; Ds. Salareh Aia, Kec. Palembayan);

b. Kota Bukittinggi, 1 sumur bor (Kel. Bukit Apit Puhun, Kec. Guguak Panjang);

c. Kabupaten Padang Pariaman, 1 sumur bor (Desa Ambuang Kapua Sungai Sariak,

Kec. VII Koto (Sungai Sarik);

d. Kabupaten Pasaman, 1 sumur bor (Ds. Tarung - tarung, Kec. Rao);

e. Kabupaten Pasaman Barat, 1 sumur bor (Ds. Parit, Kec. Koto Balingka);

f. Kota Sawah Lunto, 1 sumur bor (Ds. Muaro Kalaban, Kec. Silungkang);

g. Kabupaten Sijunjung, 1 sumur bor (Desa Lubuk Tarok, Kec.Mangara Lubuk Tarok.

Fasilitas sumur bor yang dibangun berupa konstruksi sumur dan pompa selam beserta rumah pompa; mesin generator kapasitas 10 kVA beserta rumah genset; dan bak penampung air kapasitas 5.000 liter yang dilengkapi dengan krannya.

Aset tersebut selanjutnya dihibahkan oleh Kementerian ESDM ke Pemerintah Kabupaten guna dimanfaatkan dan dikelola bersama masyarakat setempat.

Sementara itu, PLT EBT yang diresmikan hari ini merupakan hasil kegiatan pada Tahun 2016 - 2017 dengan nilai aset sebesar Rp 57 miliar dengan rincian sebagai berikut:

a. Kabupaten Pasaman: 2 Unit PLTMH dengan total kapasitas 125 kW yang melistrik 277 KK

b. Kabupaten Pasaman Barat: 1 Unit PLTMH dengan kapasitas 50 kW yang melistriki 155 KK;

c. Kabupaten Kepulauan Mentawai: 15 Unit PLTS Terpusat dengan total kapasitas 700 kW yang melistrik 2.033 KK;

d. Kabupaten Solok: 1 Unit PLTMH dengan kapasitas 50 kW yang melistriki 163 KK;

e. Kabupaten Solok Selatan: 1 Unit PLTS Terpusat dengan kapasitas 30 kW yang melistriki 82 KK.

Kementerian ESDM terhitung dari 2005 - 2017 telah membangun 1.782 unit sumur bor yang telah melayani sekitar 5 juta jiwa masyarakat yang tersebar di 33 provinsi. Sedangkan untuk PLT EBT yang belum terjangkau listrik PLN, kurun waktu anggaran 2011 - 2017 telah berhasil dibangun 738 unit dengan kapasitas terpasang 49,8 MW yang melayani 97.000 KK.


500
komentar (0)