logo rilis
Wali Kota London Disuruh Bunuh Diri atau Hengkang dari Inggris
Kontributor
Syahrain F.
13 Maret 2018, 17:11 WIB
Wali Kota London Disuruh Bunuh Diri atau Hengkang dari Inggris
Wali Kota London Sadiq Khan dan pemuka Yahudi Inggris Rabbi Ephraim Mirvis. FOTO: Getty Images/Jack Taylor

RILIS.ID, London— Wali Kota London Sadiq Khan mengungkapkan mengenai isi di dalam notifikasi Twitter-nya yang penuh dengan ujaran jahat dan kebencian.

Mengutip dari The Independent, Khan mengaku ada yang menyebutnya sebagai "teroris Muslim gay". Bahkan, ada pula yang berharap wali kota Muslim pertama di London itu hengkang dari Inggris, mati terbunuh, atau meledakkan dirinya.

Sikap kebencian dan ancaman itu menurutnya banyak disuarakan oleh kalangan muda yang terpengaruh dengan kampanye rasis yang digaungkan kelompok ekstrem sayap kanan Inggris.

Sebelumnya, pemerintah diminta memberi definisi yang tepat mengenai fenomena "Islamofobia" yang makin hari kian mengkhawatirkan. 

Sebelumnya, tersebar surat berisi teror yang menyeru masyarakat umum untuk melakukan penyerangan ke Muslim.

Dalam sebuah acara bisnis di Texas, Amerika Serikat (AS), Khan memperlihatkan sejumlah cuitan kebencian yang dialamatkan ke akun Twitter-nya.

"Pengkhianatan merupakan kejahatan yang harus mendapat hukuman mati di negara ini," cuit akun @Latino_Amante ditujukan ke Khan.

"Saya rela membayar seseorang untuk mengeksekusi Sadiq Khan," tulis @SpeedwagonPRST.

"Saya serukan bunuh Wali Kota London, dan kalian akan membesihkan salah satu teroris Muslim?" ujar @billwall69.

"Deportasi semua Muslim, dan buat London putih (warna kulit) kembali. Semua permasalahan akan lenyap," cuit @MemAuSe.

"@sadiqkhan hanyalah seorang muzzie (Muslim) gay teroris," tuduh @warprivia.

"Umat Islam tidak memiliki kehormatan. Saya berharap Sadiq Khan meledekkan dirinya seperti yang banyak dilakukan. Dia mungkin akan mendapat ganjaran bidadari," cuit @Emmanuel_Maris nyinyir.

Sementara Khan sendiri tak ingin terlalu larut dalam serangan tersebut. 

"Saya tidak bermaksud membacakan ini semua untuk mencari simpati atau mencitrakan diri sebagai korban. Tapi mari tanya ke dalam diri kita sendiri, bagaimana rasanya apabila anak perempuan dan laki-laki dari kelompok minoritas melihat hal semacam itu di linimasa mereka?" tanya dia.

"Atau seseorang ada yang ingin menjadi politisi?" lanjut Khan.

Mantan Menteri Bisnis Anna Soubry menyeru pemerintah agar memberi definisi mengenai Islamofobia.

"Ini bukan hanya kejahatan berlatar kebencian. Ini sesungguhnya tindakan hasutan yang mengarah ke terorisme," kata Soubry.


500
komentar (0)