logo rilis

Wali Kota Kendari Nonaktif Minta Uang Rp2,8 M untuk Biayai Ayahnya di Pilgub Sultra
Kontributor
Tari Oktaviani
23 Mei 2018, 15:56 WIB
Wali Kota Kendari Nonaktif Minta Uang Rp2,8 M untuk Biayai Ayahnya di Pilgub Sultra
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra rupanya meminta uang sebesar Rp2,8 miliar kepada Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah. Adapun, uang tersebut untuk membiayai keperluan ayah Adriatma, Asrun, dalam pencalonan sebagai gubernur Sulawesi Tenggara.

Ini mengingat Asrun telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu pasangan calon Gubernur Sultra Tahun 2018.

"Untuk mengurus segala keperluan dana terkait Asrun dalam rangka pencalonan sebagai gubernur, akan dilakukan oleh Adriatma dan Fatmawati Faqih yang merupakan orang kepercayaan Asrun," ujar jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Ini berawal ketika Februari 2018, Adriatma mengundang Hasmun ke rumah dinas Wali Kota Kendari. Dalam pertemuan itulah kemudian Adriatma menjanjikan meloloskan perusahaannya dalam lelang proyek namun dengan syarat meminta Hasmun untuk membantu biaya kampanye Asrun yang mencalonkan diri sebagai gubernur.

"Hasmun kemudian menyanggupi dan akan menyerahkan uang itu pada 26 Februari 2018," papar Jaksa.

Adapun proyek yang dijanjikan Adriatma ialah pembangunan jalan Bungkutoko-Kendari Newport dengan nilai kontrak sebesar Rp60 miliar.

Akibat perbuatannya, Hasmun didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)