logo rilis

Wali Kota dan 6 Anggota DPRD Malang Ditahan KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
27 Maret 2018, 19:47 WIB
Wali Kota dan 6 Anggota DPRD Malang Ditahan KPK
Wali Kota Malang M Anton mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah-Putih, Jakarta, Selasa (27/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Wali Kota Malang Mochamad Anton bersama enam Anggota DPRD Malang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (27/3/2018). Status tersangka disematkan setelah menjalani pemeriksaan intensif perdana.

Ketujuh pejabat daerah di "Kota Apel" itu turun satu persatu dengan memakai rompi oranye khas tahanan KPK. Mulanya, Anggota DPRD Malang, Rahayu Sugiarti, yang pertama turun dari ruang pemeriksaan. Berapa menit kemudian, Anggota DPRD Malang, Abdurahman, turun dan masuk mobil tahanan.

Lalu, disusul Anton. Dia mengaku, akan mengikuti proses hukum di KPK. "Ya, ikuti saja," ujarnya singkat di Gedung Merah-Putih, Jakarta, beberapa saat lalu.

Berikutnya, giliran Anggota DPRD Malang lainnya, Ya'qud Ananda Budban dan Heri Pudji Utami, yang ditahan. Ya'qud merupakan calon Wali Kota Malang dan didukung PDIP, Partai Hanura, PAN, PPP dan Partai NasDem.

Selang setengah jam, dua Anggota DPRD Malang lainnya, Sukarno dan Hery Subianto, turun bersamaan dan masuk ke mobil tahanan. Kepada media, Hery menyatakan, "Saya minta maaf ke masyarakat Malang atas perbuatan saya yang jelek ini."

Baca: Ini Area Rawan Korupsi di Daerah Versi Mendagri

Sementara itu, Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menerangkan, ketujuhnya ditahan demi kepentingan penyidikan kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemerintah Kota (Pemkot) Malang 2015.

Anton ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur, Jakarta. Sedangkan enam Anggota DPRD Malang, ditahan di Rutan KPK.  "Penahan 20 hari pertama," terang Febri dikonfirmasi via pesan singkat. 

KPK sebelumnya menetapkan Anton dan 18 Anggota DPRD Malang dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Malang 2015. Anggota DPRD Malang yang ditetapkan sebagai tersangka di antaranya, HM Zainudin dan Wiwik Hendri Astut. Keduanya merupakan Wakil Ketua DPRD Malang.

Sedangkan 16 legislator lainnya, Suprapto, Sahrawi, Salamet, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, dan Imam Fauzi. Lalu, Syaiful Rusdi, Tri Yudiana, Heri Pudji Utami, Hery Subianto, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Ya'qud Ananda Budban, serta Abdul Rachman.

Baca: Wali Kota dan 18 DPRD Malang Jadi Tersangka

Perkara ini merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat mantan Ketua DPRD Malang M Arief Wicaksono serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono. Mereka berdua tengah menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jawa Timur. 

KPK menduga Anton dan Jarot memberi hadiah atau janji kepada Anggota DPRD Malang terkait pembahasan APBD-P 2015. 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)