logo rilis

WALHI Minta Polda Jatim Tindak Penambang Ilegal
Kontributor

30 April 2018, 15:03 WIB
WALHI Minta Polda Jatim Tindak Penambang Ilegal
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Surabaya— Aksi penambangan pasir dan batu ilegal kini semakin marak di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Aktivitas penambangan diduga tidak mengantongi izin dari pemerintah. 

Salah satunya aktivitas penambangan di kawasan Rangperang Daja Kecamatan Proppo, maupun Rekerrek Kecamatan Palengaan yang diduga dimiliki oleh tokoh berpengaruh.

Aktivitas ilegal tersebut nyaris tak tersentuh hukum, karena pemiliknya diduga memiliki kedekatan dengan mantan Bupati Pamekasan Achmad Syafii yang kini meringkuk di penjara karena kasus korupsi.

Rusaknya lingkungan dan dugaan adanya pembiaran tersebut membuat berang Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Wilayah Jawa Timur.

Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Rere Christanto meminta polisi bertindak tegas agar kerusakan lingkungann tidak tambah parah.

Menurutnya wewenang untuk melaksanakan eksekusi kebijakan maupun eksekusi terhadap pelanggaran hukum tetap ada di tangan pemerintah. Pihaknya pun mendorong ketegasan pemerintah untuk melaksanakan aturan yang ada.

"Polres Pamekasan terkesan lamban, kami meminta Polda Jatim turun tangan. Kalau memang itu penambangan liar, tidak izin, maka sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melakukan penutupan," kata Rere, di Surabaya, Senin (30/4/2018).

Apalagi, katanya, banyak penambangan yang secara nyata membuat kondisi lingkungan menjadi sangat kritis. Polisi diharapkan perlu melakukan tindakan tegas tanpa harus mendapatkan laporan terlebih dahulu.

"Apalagi sudah diketahui secara umum oleh masyarakat, sehingga harus tidak perlu lagi dilakukan laporan. Kepolisian bisa langsung melakukan penindakan," tambah Rere.

Ia pun berharap penindakan tegas itu selain bisa memperbaiki kondisi lingkungan juga bisa memberi efek jera ke pelaku. Polisi juga tidak boleh takut pada para 'orang besar' yang mungkin jadi backing penambangan ilegal yang merusak lingkungan itu.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)