logo rilis
Wakil Ketua MPR: Spirit Olahraga Bangun Sportifitas Bangsa
Kontributor
Nailin In Saroh
22 April 2019, 20:01 WIB
Wakil Ketua MPR: Spirit Olahraga Bangun Sportifitas Bangsa
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Malang— Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menilai spirit olahraga dibutuhkan untuk mendongkrak sportivitas dalam pertandingan. Artinya, ada sikap adil dan jujur terhadap lawan, sikap bersedia mengakui keunggulan lawan. 

Sebab menurutnya, saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami ujian sportifitas dalam tikungan tajam demokrasi pemilu presiden dan pemilu legislatif tanggal 17 April lalu. 

Legislator asal daerah pemilihan Malang Raya itu mengungkapkan, olahraga tidak hanya membuat tubuh dan mental sehat, melainkan olahraga juga kental dengan nilai-nilai filosofi. Dalam dunia olah raga, kata dia, selalu ada yang namanya kompetisi. 

"Dalam sebuah kompetisi itu tentu saja ada pihak yang menang dan kalah," ujarnya dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bertajuk 'Peran Dunia Olah Raga Dalam Memperkukuh Semangat Kebangsaan Indonesia' bersama Persatuan Bulu Tangkis se-Malang Raya (PBMR), di Malang, Jawa Timur, Minggu (21/4/2019).

Menurut dia, segenap insan olahraga paham betul bahwa asas penting dalam kompetisi adalah fairness, mematuhi regulasi yang ada, menjunjung tinggi moral, keadilan dan jiwa sportivitas. Internalisasi nilai-nilai itu penting diterapkan. Dalam konteks inilah olahraga menjadi bagian penting sebagai instrumen pembentukan nilai dan karakter bangsa. 

"Sama dengan pelaksanaan demokrasi elektoral yang baru saja kita laksanakan. Bahwa Demokrasi Pancasila hakikatnya adalah menyatukan, bukan memecah belah. Demokrasi Pancasila berpijak nilai-nilai Pancasila yang menekankan Persatuan Nasional dan Hikmat Kebijaksanaan," beber Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang. 

Sebagai negara demokrasi, Basarah menegaskan, Indonesia harus menghadirkan pertandingan demokrasi melalui Pemilu. Tujuan adalah untuk memilih pemimpin setiap lima tahun sekali. 

Mereka yang terpilih kemudian membentuk pemerintahan selama 5 tahun ke depan dan bertugas melayani segenap kepentingan rakyat tanpa terkecuali. Dengan membentuk pemerintahan inilah maka cita-cita Proklamasi masyarakat adil dan makmur bisa diwujudkan. 

"Karena itulah mari kita rapatkan barisan. Jaga terus persatuan nasional. Sebab persatuan adalah aset terbesar bangsa Indonesia. Dengan telah selesainya tahapan kampanye dalam proses pemilu 2019 maka selesailah sudah semua persaingan politik yang terjadi. Segala sengketa menyangkut hasil pemilu kita serahkan kepada mekanisme hukum yang telah kita sepakati di negara kita. Kini saatnya merajut lagi persudaraan kita" jelas Baskara panggilan akrab Ahmad Basarah

Terakhir Basarah menganalogikan puspa ragam perbedaan di Indonesia dengan kain tenun. Mengapa kain tenun indah untuk dilihat dan dipakai? Sebab kain tenun nampak indah lantaran tersusun dari aneka warna-warni benang. Begitu juga Indonesia nampak indah karena penuh terdiri dari pusparagam perbedaan yang diikat dengan sesanti Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila. Karena itulah, sudah sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. 

"Inilah takdir Allah SWT untuk bangsa Indonesia. Bahwa Indonesia menjadi sebuah bangsa dan negara yang heterogen bukan kebetulan, melainkan sudah tertera jelas dalam suratan takdir bangsa Indonesia. Sebagai orang beriman maka wajib hukumnya bagi kita semua percaya kepada Takdir Allah SWT. Bahwa Takdir bangsa Indonesia adalah beraneka ragam. Tugas kita semua menjaga dan merawat dan menyangga kebhinekaan tersebut," demikian penjelasan Basarah.

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID