logo rilis

Wakil Ketua DPR Saja 'Dibreidel', Apalagi Rakyat Biasa
Kontributor
Yayat R Cipasang
25 Mei 2018, 02:42 WIB
Wakil Ketua DPR Saja 'Dibreidel', Apalagi Rakyat Biasa
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Peristiwa yang dialami Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menandakan bahwa negara ini mengalami anomali. Sekelas Fahri dilarang untuk berceramah di masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menandakan ada yang genting dengan demokrasi Indonnesia.

"Sekelas pimpinan DPR saja dihalang-halangi atau dicekal ceramah di bulan Ramadan, berarti ada problem fundamental yang sedang kita hadapi," kata Direktur Ekesekutif Voxfol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Pangi meminta Presiden Jokowi konsisten menjalankan amanah reformasi tahun 1998. Kran demokratisasi disegala lini kehidupan yang telah mengalir di masyarakat pada permulaan reformasi tidak setback seperti masa pemerintahan Orde Baru.

"Saya melihat situasi politik dan demokrasi  dewasa ini  seperti  menggalami gelombang balik. Ada tren munculnya feodalisme dan otoriter dalam menjalankan pemerintahan. Banyak rakyat ditangkap," kata Pangi.

Pangi berharap  Presiden Jokowi tidak baper dan terlalu sensitif menyikapi kelompok-kelompok masyarakat yang kerap bersuara  kritis dan tajam kepada pemerintah. Pangi mengingatkan, sebuah rezim yang berwatak feodalisme dan suka baper, biasanya sulit bertahan lama.

"Kan jadi lucu dan aneh,  jika di sini rakyat sendiri dimusuhi negara, sementara asing  mendapat perlakuan khusus," ujarnya.

Pangi menyatakan kecewa dan prihatin karena adanya masyarakat masuk bui yang dijerat lewat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penggunaan UU ini kata dia menandakan kecenderungan pemerintah bertindak otoriter, padahal kita negara menganut sistem demokrasi.

"Dalam prakteknya, tidak jelasnya membedakan mana  wilayah kritik, protes, curhat dan suara kesal rakyat. Makin sulit membedakannya, ujungnya jadi ujaran kebencian, akhirnya masuk bui juga," kata Pangi.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)