logo rilis

Wajar FPI Protes Facebook karena Blokir Akun Sepihak
Kontributor
Tio Pirnando
13 Januari 2018, 11:11 WIB
Wajar FPI Protes Facebook karena Blokir Akun Sepihak
Massa FPI saat sedang berdemonstrasi. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi protes ke kantor Facebook di Jakarta. Hal itu dilakukan dengan tujuannya untuk mengetahui alasan Facebook memblokir akun-akun milik FPI.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria, mendukung langkah yang dilakukan oleh FPI itu. Apalagi pemberitaan terhadap langkah FPI cukup objektif oleh banyak media.

"Kita patut mengapresiasi protes FPI ke Facebook. Memang penjelasan pihak pengusaha media sosial (facebook, twitter, youtube, dll) lewat internet ketika akun kita ditutup seringkali tidak memuaskan. Sangat wajar FPI memilih mendatangi langsung kantor facebook," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada rilis.id, di Jakarta, Sabtu, (13/1/2018).

Riqo menilai, aksi yang dilakukan oleh FPI tersebut membuktikan demokrasi di Indonesia sudah menuju arah yang lebih baik.  FPI dan warganet bebas bertanggungjawab menyampaikan pendapatnya. Sindiran, ejekan warganet pada aksi FPI itu pun sifatnya tidak sampai memaki-maki apalagi fitnah dan diberitakan cukup bjketif oleh media.

Untuk itu, Riqo menyarankan agar beberapa petinggi FPI juga harus membuka mata terhadap hal tersebut. " FPI harus melihat ini, karena beberapa oknum FPI lebih sering berburuk sangka pada jurnalis dan media," tuturnya.

Lebih lanjut, Riqo berujar, di banyak negara, utamanya eropa, sangat biasa masyarakatnya bahkan pemerintah setempat memprotes ke kantor google, facebookb. Bahkan, isu dan materi protes pun terkadang lebih sensitif. "Seperti soal privasi, data perusahaan, isu mata-mata, penjualan data, keamanan negara, pajak, dan lainnya," paparnya.

Sementara di Indonesia, sepertinya, tutur Riqo, FPI yang pertama kali melakukan protes atau demo ke kantor FB dengan isu yang relatif ringan.  "Aksi ini  berjalan damai, ini patut kita apresiasi. Selama ini banyak yang sungkan sama facebook, mungkin minder," pungkasnya.


#FPI
#Facebook
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)