logo rilis

Wahidin Halim, dari Kades Jadi Gubernur
Kontributor
Yayat R Cipasang
24 Mei 2017, 15:54 WIB
Wahidin Halim, dari Kades Jadi Gubernur
Wahidin Halim, Gubernur Banten 2017-2022.

Wahidin Halim memang habitatnya jadi birokrat. Sepertinya menjadi wakil rakyat di Senayan cuma sebagai persinggahan. 

Buktinya dalam pilkada serentak 2017, mantan wakil ketua Komisi II DPR ini memenangi pemilihan sekaligus mengalahkan petahana, Rano Karno, untuk memimpin Banten lima tahun ke depan.

Baca Juga

Nama Wahidin Halim begitu populer ketika menjabat  Walikota Tangerang, Banten. Popularitas itu sejatinya sudah dibuktikan sejak awal ketika terpilih pertama kali menjadi orang nomor satu di Kota Tangerang dengan menang telak, lebih dari 87 persen suara.

Wahidin yang juga adik mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda ini adalah tokoh yang sarat pengalaman dalam bidang pemerintahan. Bahkan dari level bawah. Pria kelahiran Cipondoh 14 Agustus 1954 ini  pernah menjadi kepala desa, lurah, camat dan menjadi walikota.

Dengan latar belakang pengalaman itu, DPP Partai Demokrat sangat tepat mendapuk Wahidin menjadi Pimpinan Komisi II yang setiap hari bermitra dengan kementerian dan lembaga dalam pemerintahan.

Kendati berlatar belakangan pemerintahan yang sarat birokrasi, dalam urusan rapat di DPR, Wahidin termasuk pimpinan yang tidak bertele-tele. 

“Kalau rapat itu bisa dibuat singkat kenapa harus dibuat lama. Yang penting hasilnya,” kata alumnus FISIP Universitas Indonesia ini.

Wahidin menjadi walikota diusung Partai Golkar. Belakangan, Wahidin kepincut Partai Demokrat yang dideklarasikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 9 September 2001. 

“Karakter dan pemikiran-pemikiran SBY tentang pembangunan bangsa dan negara telah menginspirasi saya. Saya pun kemudian memberikan dukungan moril kepada SBY dengan mendirikan ‘Gema Cinta SBY’ saat SBY mendeklarasikan diri maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2004,” ujar mantan Sekda Kota Tangerang ini. 

“Walaupun saat itu saya belum menjadi kader Demokrat," tambahnya.

Wahidin sejak lahir hingga sekarang masih tinggal di rumah warisan orangtuanya di Kampung Pinang, Kota Tangerang. Rumahnya masih di perkampungan yang asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Wahidin sangat dekat dengan masyarakat sekitarnya. Bahkan pada akhir pekan, ayah tiga anak ini kerap badminton bersama para tetangganya. Selepas itu memasak makanan kesukaannya, sayur asem.

Setelah lulus dari Universitas Indonesia pada 1978, Wahidin didaulat warga menjadi Kepala Desa Pinang. Wahidin menjadi kades muda, bujangan dan sekaligus sarjana. 

Dari sana Wahidin--setelah menjadi menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 1979—sempat menjadi Lurah Ciputat kemudian Camat Cipondoh hingga menjadi Walikota Tangerang dua periode.

Saat bertandang ke kediamannya, saat menjadi aggota DPR, Wahidin ternyata memang mahir membuat sayur asem yang menjadi menu favoritnya. Tangannya sangat cekatan dan mahir merajang jagung, melinjo, kacang panjang  yang dibelinya dari pedagang keliling.

"Saya sudah biasa seperti ini, kalau ada kawan-kawan datang ke rumah dan kumpul saya buatkan sayur asem," ujarnya. 

"Saya memang hobi memasak sejak dulu. Kalau ada makanan dari daerah lain, saya juga tanya resepnya apa, dan biasanya saya coba-coba? Masak itu bisa jadi selingan dari rutinitas sehari-hari," lanjutnya.

Sayur asem ini, menurut mantan Ketua DPD Partai Demokrat Banten, ini memang sudah menjadi spesialisasinya. Tidak hanya sayur asem tapi lauk pasangan juga disiapkan mulai dari ikan asin, tempe goreng hangat sampai krupuk.  

"Biasanya juga bikin sambal jeruk limo," katanya.

Selang beberapa lama, mantan Kepala Dinas Kebersihan Pemda Tangerang ini kemudian masuk ke dapur dan dibantu pembantunya untuk memasak sayur asem. Sambil ngobrol santai, setelah sayur matang, Wahidin yang menggenakan T-shirt biru dan celana jins ini mengajak makan bersama.

Beberapa pembantunya bergegas menyiapkan tempat nasi, piring, mangkok hingga sendok dan garpu. Tak terkecuali sambal jeruk limo yang harumnya menambah gairah untuk menyantap makan siang. 

"Ayo kita makan bareng-bareng. Dinikmati saja ya, apa adanya," ajak suami Niniek Nuara ini.

Itu cerita dulu. Apakah Wahidin setelah jadi gubernur Banten memiliki waktu untuk membuat sayur asem seperti dulu? Sementara, permasalahan di Banten itu tidak sesederhana sayur asem.


#wahidin halim
#sosok
#banten
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)