logo rilis
Waduh, Sering Makan Ayam Goreng Berisiko Mati Dini
Kontributor
Ning Triasih
28 Januari 2019, 22:02 WIB
Waduh, Sering Makan Ayam Goreng Berisiko Mati Dini
FOTO: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Ayam goreng khususnya kentucky memang manjadi salah satu makanan favorit hampir setiap kalangan. Selain rasanya yang gurih, makanan cepat saji ini juga terbilang ekonomis.

Namun, hobi makan kentucky sebaiknya segera Anda kurangi. Pasalnya, menurut sebuah penelitian, terlalu sering makan ayam goreng dari restoran cepat saji digadang-gadang bisa meningkatkan risiko kematian dini.

Melansir dari laman Insider, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam The BMJ mengungkapkan bahwa menyantap makanan yang digoreng dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian pada wanita pascamenopause.

Dalam hal ini, para peneliti menggunakan data kuesioner untuk menilai diet 106.966 wanita berusia 50-79 tahun yang diikuti selama 18 tahun hingga Februari 2017. Penelili melihat seberapa sering mereka mengonsumsi berbagai jenis makanan digoreng, termasuk ayam, ikan, kerang, kentang goreng, keripik dan lainnya.

Ternyata, selama waktu itu, sebanyak 31.588 wanita meninggal, di mana 8.358 di antaranya disebabkan oleh masalah jantung.

"Kami tahu konsumsi makanan gorengan adalah sesuatu yang sangat umum di Amerika Serikat dan juga di seluruh dunia. Sayangnya, kami hanya tahu sedikit tentang efek kesehatan jangka panjang dari konsumsi makanan gorengan," kata Wei Bao, asisten profesor epidemiologi di Universitas Iowa dan penulis utama studi ini.

Bao menjelaskan, penelitian sebelumnya bahkan telah menunjukkan bahwa ada hubungan antara makan gorengan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Secara khusus, dalam sehari mereka yang menyantap satu atau lebih porsi makanan digoreng memiliki risiko 8 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak menyentuhnya sama sekali.

Sedangkan makan ikan goreng setiap hari dikaitkan dengan risiko kematian 7 persen lebih tinggi. Para peneliti tidak menemukan bukti bahwa makanan yang digoreng meningkatkan risiko kanker.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa wanita yang makan lebih banyak gorengan lebih cenderung kaum muda, berpenghasilan lebih rendah dan berpendidikan rendah. Mereka juga cenderung merokok, kurang berolahraga dan memiliki pola makan yang kurang sehat.

Sebagai studi observasional, hasil penelitian ini memang tidak selalu dapat diterapkan pada setiap orang, tetapi Bao mengatakan jika dampaknya mungkin akan berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Keterbatasan lain dari penelitian ini adalah faktor-faktor lain dapat berperan dalam kematian dini. Misalnya, menurut para peneliti jenis minyak yang digunakan untuk menggoreng. Sebuah studi di Spanyol tidak menemukan hubungan antara makanan gorengan dengan kematian dini karena penduduknya menggunakan minyak zaitun.

Kendati demikian, Anda tetap dianjurkan untuk mengurangi konsumsi ayam goreng siap saji dan beralih ke gaya hidup sehat.

"Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, terutama ayam goreng dan ikan goreng atau kerang, mungkin memiliki dampak yang bermakna secara klinis di seluruh spektrum kesehatan masyarakat," tandas Bao.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID