logo rilis
Waduh, Seorang Jurnalis Dihalangi Meliput di Pelabuhan Ini
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
13 Juni 2018, 03:45 WIB
Waduh, Seorang Jurnalis Dihalangi Meliput di Pelabuhan Ini
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Makassar— Seorang jurnalis dari media terkenal dihalang-halangi saat melakukan peliputan pada puncak arus mudik di pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam (12/6/2018).

Sejumlah satpam pelabuhan yang ada di pintu terminal kedatangan tetap bersikukuh tidak mengizinkan jurnalis melakukan peliputan arus mudik lebaran tahun ini. Alasannya, harus melapor ke pimpinan dan melampirkan surat resmi, kendati yang bersangkutan sudah memperlihatkan kartu pengenal resmi.

"Tidak bisa masuk Pak, harus izin pimpinan dulu, kalau ada surat resmi baru kita izinkan. Sudah banyak wartawan di dalam, jadi tidak usah masuk," kata satpam tersebut.

Sementara, Manager Umum PT Pelindo IV Makassar, Horison Nanlohy saat dikonfirmasi, membantah ada aturan melarang atau menghalang-halangi jurnalis melakukan peliputan saat arus mudik di Pelabuhan Makassar.

"Kami tidak pernah melarang jurnalis meliput, siapa pun dan dari media mana pun. Mungkin satpamnya hanya menjalankan tugas untuk mengantisipasi adanya ganguan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini," ujarnya.

Horison menuturkan, untuk meliput arus mudik tidak perlu pakai surat, tapi hanya koordinasi.

"Tidak perlu pakai surat, yang jelasnya sudah disampaikan akan melakukan peliputan di Pelabuhan khususnya arus mudik," tuturnya.

Sesuai Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, jurnalis atau wartawan dilindungi saat menjalankan pekerjaannya dalam mencari, mengumpulkan, mengolah, hingga mendistribusikannya ke khalayak ramai.

Disebutkan pada pasal 18, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)