logo rilis

Waduh! RUU KUHP Dianggap Mengancam KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
30 Mei 2018, 20:15 WIB
Waduh! RUU KUHP Dianggap Mengancam KPK
Gedung KPK. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— KPK merasa keberatan dengan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang digagas DPR bersama pemerintah. Alasannya, akan muncul sejumlah persoalan baru yang nantinya menganggu upaya pemberantasan korupsi.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief, menjabarkan setidaknya ada beberapa kendala yang dihadapi KPK apabila RKUHP disahkan. 

Salah satunya yakni, tidak ada lagi kewenangan kelembagaan KPK, kerena menurutnya di RKUHP tidak ada penegasan soal kewenangan lembaga KPK. Padahal, UU KPK menentukan bahwa mandat KPK adalah memberantas korupsi sebagaimana diatur dalam UU tindak pidana korupsi, bukan dalam KUHP.

"Dalam RUU KUHP tidak ada penegasan soal kewenangan lembaga KPK. Itu tidak disebutkan juga apa RUU KUHP tetap ada kewenangan KPK," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Lebih jauh, Laode mengatakan, jika tindak pidana korupsi dimasukan ke KUHP, akan sulit untuk pemberantasan korupsi ke depan. Selain itu, aturan-aturan baru yang diadopsi dari UNCAC seperti korupsi di sektor swasta, tak bisa ditangani KPK.

"Jika tindak pidana korupsi masuk ke tindak pidana umum maka relevansi KPK dipertanyakan lagi. Akan ada kendala hukum yang lebih susah," ungkapnya.

Ia berujar keberatan KPK itu sudah disampaikan sebelumnya ke Pemerintah dan Presiden. Namun, ia menyayangkan justru hal itu tidak berpengaruh, karena sejauh ini UU tipikor dileburkan ke RKUHP.

"KPK pernah kirim surat pada Presiden dan ketua panja RUU KUHP dan tim Kemenkumham yang prinsipnya menolak tipikor masuk ke RKUHP dan kami minta UU khusus tetap di luar KUHP," paparnya.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berjanji institusinya segera menyelesaikan RUU KUHP menjadi UU dan akan menjadi kado hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus mendatang.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)