logo rilis

Waduh! Nelayan Yogyakarta Tak Masuk Daftar Pemilih
Kontributor

19 April 2018, 23:39 WIB
Waduh! Nelayan Yogyakarta Tak Masuk Daftar Pemilih
Nelayan tradisional melaut di wilayah perairan Sulawesi Tenggara. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Kulon Progo— Nelayan di Pantai Congot hingga Glagah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terancam tak bisa berpartisipasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pasalnya, nama mereka tak masuk dalam daftar pemilih, lantaran berasal dari luar daerah.

"Meski demikian, petugas pendaftaran pemilih (pantarlih) tetap melakukan pendaftaran dan dimasukkan dalam daftar pemilih khusus," ujar Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kulon Progo, Tri Mulatsih, Kamis (19/4/2018).

Dia mengklaim, nelayan setempat hingga kini tak pernah menggunakan hak pilihnya. Mereka tidak peduli dengan "pesta demokrasi", baik pemilihan kepala daerah, legislatif, hingga Presiden.

"Mulai saat ini, KPU memiliki kebijakan untuk tetap mendaftar mereka dalam daftar pemilih khusus. Mereka bisa menggunakan hak pilihnya di tempat asal atau di Kulon Progo," jelasnya.

Sedangkan warga yang tinggal di wilayah relokasi di Desa Glagah, akan mencoblos dalam satu tempat pemungutan suara (TPS). Sisanya, digabungkan dengan daerah di sisi selatannya. Di Desa Palihan dan Kebonrejo, masing-masing tergabung dalam satu TPS.

"Sementara warga yang berada di wilayah relokasi Desa Janten, ditarik lokasinya ke Palihan ditambah warga sekitar," imbuh Tri.

Katanya, sebagian warga yang sempat menolak pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) sudah mulai melunak dan berada di luar pagar atau batas area bandara. Mereka pun sudah berhasil dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit).

Sedankan untuk warga penolak yang berada di dalam pagar bandara, Pantarlih meminta pendampingan dari dukuh setempat saat akan coklit. "Informasinya, hubungan dukuh dengan mereka yang di dalam pagar sudah tidak memanas lagi. Ada sekitar sembilan KK di sana," tuntasnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)