logo rilis

Waduh, Kurang Olahraga Ternyata Lebih Bahaya dari Merokok?
Kontributor
Ning Triasih
23 Oktober 2018, 20:08 WIB
Waduh, Kurang Olahraga Ternyata Lebih Bahaya dari Merokok?
ILUSTRASI: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Hampir semua orang tentu tahu, merokok merupakan kebiasaan yang dianggap membahayakan kesehatan. Namun, tahukah Ada jika kurang berolahraga justru lebih berbahaya dari merokok?

Seperti yang diungkapkan dalam penelitian di Cleveland Clinic. Olahraga dianggap sebagai aktivitas wajib. Karenanya, kurang berolahraga berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan dibandingkan dengan merokok, menderita diabetes atau penyakit jantung.

Dalam penelitian yang telah dipublikasikan pada 19 Oktober 2018 dalam "Journal of the American Medical Association Network Open" ini, para peneliti mengamati lebih dari 122 ribu pasien yang berpartisipasi dalam uji treadmill antara tahun 1991 sampai 2014.

Seperti dilaporkan laman usatoday melansir dari ANTARA, Selasa (23/10/2018), hasil penelitian tersebut menunjukkan, kebugaran kardiorespirasi (kesanggupan sistem jantung, paru dan pembuluh darah untuk berfungsi optimal) berkaitan dengan hidup lebih lama, sementara kebugaran aerobik ekstrem memberikan manfaat sangat besar, terutama bagi pasien di atas 70 tahun dan pasien darah tinggi (hipertensi).

Penelitian juga mengatakan jika risiko yang ditimbulkan dengan tidak berolahraga adalah sama atau lebih tinggi dibandingkan faktor risiko pada umumnya, seperti merokok atau diabetes.

"Kebugaran aerobik adalah sesuatu yang sebagian besar pasien dapat mengendalikannya. Dan dalam penelitian kami menemukan tidak ada batasan seberapa banyak berolahraga," ujar Wael Jaber, ahli jantung dalam Cleveland Clinic sekaligus penulis utama penelitian.

Dalam penelitian ini juga tertulis jika beberapa penelitian tidak hanya memuji manfaat dari olahraga rutin, namun studi juga menunjukkan, orang-orang di seluruh dunia belum cukup berolahraga. Bulan lalu, penelitian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menemukan, 1,4 miliar orang di seluruh dunia tidak melakukan aktivitas fisik, yang menempatkan mereka pada risiko penyakit seperti diabetes.

Pada Juni 2018, sebuah laporan dari Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan, hanya 23 persen orang Amerika yang cukup berolahraga. Pedoman CDC menyarankan agar orang-orang Amerika melakukan olahraga aerobik sedang selama 150 menit per minggu, bersama aktivitas penguatan otot selama dua kali seminggu.

Tapi, berolahraga meski hanya dua hari seminggu sudah cukup memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)