logo rilis
Waduh, Ketua AJI Palu Dianiaya Oknum Polisi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
24 Juni 2018, 13:55 WIB
Waduh, Ketua AJI Palu Dianiaya Oknum Polisi
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Palu— Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Muhammad Iqbal, diduga telah dianiaya oleh oknum anggota Polda Sulawesi Tengah, pada Sabtu (23/6/2018) malam. Iqbal kemudian melaporkan Kanit Binmas Polsek Palu Timur, Ipda Pirade, beserta lainnya yang terlibat dalam razia di depan pura Jalan Jabal Nur, ke Propam Polda Sulteng.

"Saya sudah laporkan, dengan nomor STPL 65/VI/2018. Diterima Bripka Rudy Labato, pukul 01.30 WITA," kata Iqbal, di Palu, Minggu (24/6/2018).

Kejadian itu sendiri bermula sekira pukul 21.00 WITA, Iqbal sedang mengendarai sepeda motor menuju rumah sepulang dari Graha Pena, Kantor Redaksi Radar TV di Jalan Yos Sudarso.

Iqbal dimintai surat-surat kendaraannya. Dia kemudian mengaku tidak membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK), karena terbawa dalam tas di dalam mobil yang dibawa istrinya lebih dulu pulang ke rumah.

Iqbal sudah mengiyakan sepeda motornya dibawa ke Polsek Palu Timur sambil menelepon rekan kantornya, untuk menjemput pulang mengambil STNK di rumahnya. Namun saat menunggu jemputan, Iqbal justru mendapat tindakan tidak menyenangkan berupa kata-kata kasar dan menyebut wartawan kemarin sore.

Tak hanya itu, Iqbal bahkan ditantang untuk melapor ke orang paling tinggi di kepolisian.

"Silakan kau lapor ke orang paling tinggi," ungkap Iqbal menirukan ucapan polisi yang diketahui bernama Ipda Pirade tersebut. 

Iqbal mengaku ditarik leher bajunya, diseret, dicekik dan diancam dipukul ke tempat agak gelap. Salah satu polisi berpakaian preman sempat melerai.

Proses pemeriksaan (BAP) oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulteng dilakukan sejak tengah malam hingga menjelang Minggu subuh. Sejumlah jurnalis tetap bertahan di Mapolda Sulteng menunggu BAP selesai.

Juru bicara Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono, mengatakan, belum mendapatkan informasi tentang laporan Iqbal tersebut.

"Saya tanyakan dulu informasinya ke bidang yang bersangkutan," ujar Hery.

Sumber: Antara


komentar (0)