logo rilis

Waduh! Ada 'Illegal Logging' di TNKS Bengkulu
Kontributor
Kurnia Syahdan
04 Juni 2018, 09:45 WIB
Waduh! Ada 'Illegal Logging' di TNKS Bengkulu
Ilustrasi pembalakan liar. FOTO: Instagram/@exploretabagsel

RILIS.ID, Bengkulu— Tim patroli kawasan hutan Lingkar Institut Bengkulu menemukan illegal logging atau perambahan kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi itu.

Wilayah tersebut merupakan titik yang rawan akan longsor.

"Kami menemukan area perambahan baru seluas 5 hektare di wilayah Rimbo Pengadang, Lebong," kata anggota patroli kawasan hutan Lingkar Institut, Rafik Sani, di Bengkulu, Senin (4/6/2018).

Menurut Rafik, dari pantauan di lapangan, areal yang baru dibuka tersebut dipastikan berada dalam kawasan konservasi taman nasional.

Perambahan dengan cara menebang kayu-kayu yang berada dalam hutan tersebut, selanjutnya dibiarkan kering, kemudian dibakar.

"Selain perambahan, kami juga menemukan bekas pencurian kayu dari dalam kawasan," ucapnya.

Rafik mengatakan, perlu ada tindakan tegas terhadap pelaku perambahan hutan tropis yang tersisa di wilayah Sumatera tersebut.

Apalagi, lanjutnya, wilayah itu merupakan kawasan hulu sungai yang rawan longsor di mana tim menemukan 20 titik longsor sebelum mencapai lokasi perambahan tersebut.

"Ada empat sungai yang memiliki hulu di kawasan TNKS ini, salah satunya Sungai Ketahun," ucapnya.

Rafik mengkhawatirkan, ancaman banjir bandang bila kawasan hulu sungai tersebut bersih dari pohon-pohon penyimpan air.

Kawasan TNKS seluas 1,3 juta hektare merupakan satu satu kawasan hutan tersisa di wilayah Pulau Sumatera. 

Kawasan hutan yang menjadi rumah bagi ribuan jenis flora dan fauna ini membentang di empat provinsi yakni Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Sumatera Barat.

Untuk wilayah Bengkulu, kawasan TNKS berada di tiga wilayah kabupaten yakni Lebong, Mukomuko dan Rejanglebong.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)